Pemerintah Kawal Infrastruktur di Lokasi Bencana Sumatera Jelang Mudik
— Paragraf 1 —
JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY mengatakan pemerintah terus mengawal proses persiapan infrastruktur di daerah terdampak bencana banjir Sumatera menjelang arus mudik Lebaran 2026.
— Paragraf 2 —
AHY mengatakan Kemenko IPK bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Kementerian Agraria dan Tata Ruang dalam proses pemulihan lahan di Sumatera.
— Paragraf 3 —
“Secara infrastruktur sekali lagi kami fokus akan mengawal dan terus mendorong Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman dan tentunya juga Kementerian Agraria dan Tata Ruang karena berkaitan dengan urusan lahan dan tata ruang tadi,” ujarnya saat wawancara cegat usai acara pembagian bansos di Masjid Babah Alun, Jakarta, Rabu (11/3).
— Paragraf 4 —
Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, kata dia, terus bekerja dan bersinergi dengan Kemenko IPK dalam pemeriksaan di lapangan, rapat koordinasi, dan perbaikan berbagai fasilitas di tiga provinsi terdampak.
— Paragraf 5 —
“Tentu progresnya berjalan, baik itu perbaikan atau pembangunan kembali jalan dan jembatan yang hancur, sumber-sumber air bersih kemudian juga tentunya perumahan rakyat yang banyak rusak apakah kategori rusak ringan, sedang, berat dan bahkan hilang hanyut karena banjir dan juga longsor,” katanya.
— Paragraf 6 —
Selain itu, pemerintah saat ini telah menyediakan hunian sementara (huntara) dalam progres rehabilitasi dan rekonstruksi lahan yang terdampak dan semua pembangunan hunian tetap masih membutuhkan waktu untuk dilengkapi ke semua wilayah.
— Paragraf 7 —
“Ini semua terus dihitung dengan baik paling tidak sementara, hunian-hunian sementara, huntara itu juga sudah bisa digunakan secara dominan saat ini di tiga provinsi tersebut nah yang masih butuh proses tentu adalah hunian-hunian tetap karena memang perlu areal lahan di lokasi yang tidak rentan,” tuturnya.
— Paragraf 8 —
AHY mengharapkan progres pemulihan di daerah terdampak menghasilkan pemulihan yang diinginkan, yakni pulih sedia kala atau hasilnya lebih baik dari sebelumnya.
— Paragraf 9 —
“Mudah-mudahan selalu ada progres yang baik dari bulan ke bulan dan tahun ke tahun karena memang membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk bisa kembali seperti sediakala dan bahkan lebih baik dari sebelumnya,” ucap dia.
➡️ Baca Juga: Disney Tutup Pengembangan Film Robin Hood Versi Live-Action
➡️ Baca Juga: Rincian Dana BOSP 2026 Jenjang SD Mencapai Rp22,4 Triliun: Sebaran Anggaran per Wilayah dan Komponen Penggunaannya
