Puncak Arus Balik Ketapang Menguat, ASDP Pastikan Layanan Tetap Terkendali dan Efisien

Puncak arus balik Lebaran 2026 di jalur Ketapang–Gilimanuk mulai terlihat sejak Minggu pagi, dengan ribuan kendaraan pemudik berbondong-bondong menuju Pelabuhan Ketapang. Antrean yang terbentuk cukup panjang, namun arus kendaraan tetap terjaga dengan baik dan tidak mengalami kemacetan yang signifikan.
Komitmen ASDP Dalam Menyediakan Layanan Optimal
Di tengah melonjaknya mobilitas masyarakat, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan bahwa semua layanan penyeberangan tetap berjalan dengan efisien. Yossianis Marciano, Wakil Direktur Utama ASDP, menekankan bahwa semua persiapan operasional telah dilakukan secara maksimal sejak awal periode arus balik.
“Dengan meningkatnya pergerakan masyarakat, kami berkomitmen untuk menjaga kualitas pelayanan. Armada kami siap siaga, pengaturan arus kendaraan diperkuat, dan koordinasi antar instansi terus diperbaiki agar semua pengguna jasa mendapatkan pelayanan yang memuaskan,” ujarnya.
Data Pergerakan Kendaraan dan Penumpang
Lonjakan trafik mulai tampak sejak H+1 (23 Maret 2026) hingga H+6 (28 Maret 2026). Pada H+6, tercatat pergerakan puncak mencapai 15.781 unit kendaraan dan 49.523 penumpang dalam satu hari, yang menunjukkan bahwa fase puncak arus balik telah dimulai.
Data reservasi tiket melalui platform Ferizy menunjukkan tren yang signifikan. Dari tanggal 11 Maret (H-10) hingga 1 April 2026 (H+10), total reservasi di Pelabuhan Ketapang mencapai 148.054 unit kendaraan. Dari angka ini, 135.256 unit kendaraan telah berhasil dilayani hingga H+6, sementara sekitar 12.798 unit kendaraan masih dalam perjalanan menuju pelabuhan sesuai dengan jadwal keberangkatan mereka.
Potensi Kepadatan Arus Balik
Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa arus balik masih berlangsung dengan intensitas tinggi. Kemungkinan kepadatan akan terus terjadi seiring dengan kedatangan kendaraan yang bertahap, yang juga menggarisbawahi pentingnya perencanaan perjalanan yang baik agar pengguna jasa dapat menghindari penumpukan di pelabuhan.
Data Produksi dan Pergerakan Penumpang
Berdasarkan data yang tercatat setiap 12 jam pada 29 Maret 2026 (00.00–12.00 WIB) atau H+7, sebanyak 22.804 penumpang telah berhasil menyeberang. Kendaraan yang dilayani terdiri dari 3.438 sepeda motor, 2.024 mobil pribadi, 667 truk logistik, dan 272 bus, dengan total 6.401 unit. Secara keseluruhan, sejak 22 Maret 2026 (H-1) hingga 29 Maret 2026 pukul 12.00, sebanyak 97.683 kendaraan (59%) dan 314.491 penumpang (61%) telah kembali ke Bali.
Suasana Pelabuhan Selama Arus Balik
Di lapangan, suasana di pelabuhan mencerminkan ciri khas arus balik, dengan banyak keluarga yang membawa barang bawaan, anak-anak yang tertidur di dalam kendaraan, serta pengemudi logistik yang menunggu giliran. Meskipun situasi sangat padat, antrean tetap bergerak berkat pengaturan operasional yang disiplin dan terencana.
Strategi Prioritas ASDP
ASDP menerapkan strategi prioritas dengan memberikan perhatian lebih kepada kendaraan pemudik, seperti sepeda motor, mobil pribadi, dan bus. Ini dilakukan untuk memastikan perjalanan keluarga berjalan lebih cepat dan nyaman. Di sisi lain, kendaraan logistik tetap dilayani dengan cara yang fleksibel berdasarkan kondisi di lapangan.
General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, menjelaskan bahwa pada saat lonjakan arus terjadi, kendaraan barang sementara dialihkan ke kantong parkir yang telah disiapkan. “Ketika arus padat, kami mengarahkan kendaraan logistik ke buffer zone yang ada, seperti Bulusan, Terminal Sri Tanjung, dan area Pusri. Setelah situasi kembali normal, kendaraan tersebut akan dilayani kembali secara bertahap,” katanya.
Optimalisasi Armada dan Kapasitas Pelabuhan
Untuk menjaga kelancaran arus balik, sebanyak 32 kapal dioperasikan, dengan 18 kapal menerapkan pola Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB). Optimalisasi buffer zone di Grand Watudodol, Terminal Sri Tanjung, Bulusan, dan PT Pusri juga terus dilakukan. Meskipun beberapa titik terlihat padat oleh kendaraan logistik, situasi tetap berada dalam kendali petugas. Dengan tingkat keterisian pelabuhan mencapai sekitar 90 persen, proses pemuatan kendaraan ke kapal berlangsung dengan lancar di seluruh dermaga.
Pentingnya Keselamatan Selama Perjalanan
Di tengah kepadatan arus balik, ASDP juga mengingatkan pentingnya keselamatan dalam perjalanan. “Kami mengimbau kepada semua pengguna jasa untuk membeli tiket melalui platform Ferizy, mengatur waktu perjalanan dengan baik, menjaga kesehatan fisik, dan memastikan semua kebutuhan selama perjalanan terpenuhi,” tutup Yossianis.
ASDP menegaskan komitmennya untuk selalu menjadi penghubung perjalanan masyarakat, memastikan setiap langkah kembali dari kampung halaman berlangsung dengan aman, nyaman, dan penuh makna. Dengan persiapan yang matang dan koordinasi yang baik, diharapkan arus balik ini dapat berjalan dengan lancar dan efisien.
➡️ Baca Juga: Rilis di Indonesia: realme 16, TWS realme Buds Clip dan Buds Air8, Bukan Hanya Produk Unggulan
➡️ Baca Juga: Ringgo Agus Rahman Bicara Kondisi Sheila Dara Setelah Kepergian Vidi Aldiano: Fakta Terkini


