slot depo 10k
Pendidikan

Abdul Mu’ti Membeli Dasi di Sarinah: Aksi Membantu yang Disalahartikan Sebagai Petugas Mal

Dalam keseharian, perhatian terhadap orang lain sering kali terabaikan, bahkan dalam hal-hal kecil sekalipun. Abdul Mu’ti, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), mengambil contoh praktis dari pengalamannya sendiri. Ia merasa bahwa masyarakat kita kurang peduli terhadap hal-hal sepele seperti memberi jalan kepada orang lain di tempat umum, contohnya di pusat belanja. “Kita kurang menerapkan budaya memberi jalan,” ungkap Mu’ti ketika diwawancarai di Jakarta pada Sabtu, 7 Maret 2026.

Pengalaman Abdul Mu’ti Membeli Dasi di Sarinah

Pada suatu hari, Mu’ti perlu membeli dasi untuk acara mendadak dan memutuskan untuk pergi ke Mal Sarinah di Jakarta. Saat memasuki pintu mal, ia biasanya membantu memegang pintu untuk orang yang datang setelahnya. Akan tetapi, pada kejadian tersebut, tidak ada orang yang berinisiatif untuk bergantian memegang pintu. Sehingga, Mu’ti terpaksa terus memegang pintu tersebut.

“Ini adalah sesuatu yang jarang kita temui, tidak ada yang mengucapkan terima kasih, apalagi yang mau mengambil alih memegang pintu itu. Beberapa orang mungkin mengira saya adalah petugas. Akhirnya, setelah orang ke-15 lewat, saya memutuskan untuk melepaskan pegangan pintu itu karena sudah terlalu lama,” kenang Mu’ti.

Budaya Memberi Jalan yang Masih Kurang

Dari kejadian itu, Mu’ti menyadari bahwa budaya membantu orang lain, dalam hal ini memberi jalan, masih kurang dimiliki masyarakat Indonesia. Ini berbeda dari apa yang ia lihat di berbagai negara lain. “Setidaknya, orang yang ada di belakangnya akan mengucapkan terima kasih dan mengambil alih memegang pintu, dan seterusnya,” jelasnya.

Mu’ti berharap budaya sederhana seperti ini dapat berkembang di masyarakat Indonesia. Menurutnya, budaya baik yang sekecil apa pun bisa menjadi budaya baik yang lebih besar jika terus dipupuk. “Misalnya, bertanggung jawab untuk membersihkan tempat makan, memilah sampah, dan lain sebagainya,” tuturnya.

Abdul Mu’ti membeli dasi di Sarinah bukan hanya memberikan cerita, tetapi juga pesan moral tentang pentingnya budaya membantu dan memberi jalan bagi orang lain. Pengalaman beliau ini adalah contoh nyata bahwa setiap tindakan kecil bisa memiliki dampak besar terhadap lingkungan sekitar kita. Mungkin, jika semakin banyak orang yang memahami dan menerapkan hal ini, perubahan positif dalam masyarakat bisa segera terwujud.

➡️ Baca Juga: Hello world!

➡️ Baca Juga: Berita Terkini: Vidi Aldiano Tutup Usia, Dunia Musik Indonesia Berduka

Back to top button