Coba Pisang Gulung Wijen, Jajanan Khas Magetan yang Pas untuk Suguhan Lebaran

Jajanan tradisional selalu memiliki daya tarik tersendiri, terutama ketika momen spesial seperti Lebaran tiba. Salah satu jajanan khas yang semakin populer di kalangan masyarakat adalah pisang gulung wijen. Terutama di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, permintaan akan pisang gulung wijen mengalami lonjakan signifikan selama bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri. Masyarakat tidak hanya membeli untuk berbuka puasa, tetapi juga sebagai oleh-oleh yang istimewa untuk keluarga dan kerabat.

Peningkatan Penjualan Pisang Gulung Wijen

Dalam beberapa waktu terakhir, penjualan pisang gulung wijen mengalami kenaikan yang cukup tajam. Lili Rusmiata, pemilik UMKM “Berkah Ridho” yang berlokasi di Desa Milangasri, Kecamatan Panekan, mengungkapkan bahwa produk unggulannya, terutama pisang gulung wijen, mengalami peningkatan penjualan hingga 40 persen dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Hal ini tidak terlepas dari tingginya permintaan masyarakat yang ingin menyajikan camilan khas ini saat berbuka puasa atau sebagai oleh-oleh di hari raya.

Lili menjelaskan bahwa sebagian besar penjualan datang dari pesanan daring maupun toko oleh-oleh di sekitar Magetan. Selain itu, banyak juga pesanan yang datang dari teman-teman untuk berbuka puasa. Sistem pemesanan yang fleksibel ini memudahkan konsumen untuk mendapatkan pisang gulung wijen tanpa harus datang langsung ke tempat produksi.

Produksi yang Meningkat Pesat

Di tengah permintaan yang terus meningkat, Lili dan timnya dapat memproduksi antara 1.000 hingga 1.500 paket pisang gulung wijen setiap hari. Jika dihitung dalam sebulan, total produksi dapat mencapai sekitar 45.000 paket. Angka ini menunjukkan betapa populernya camilan ini di kalangan masyarakat lokal dan pengunjung luar kota yang datang ke Magetan.

Variasi Produk Lain yang Ditawarkan

Selain pisang gulung wijen, “Berkah Ridho” juga menawarkan berbagai camilan lain yang tidak kalah menarik. Lili memproduksi kacang gulung wijen, kacang caramel, dan pisang caramel sebagai variasi produk. Setiap produk dibuat dengan perhatian terhadap kualitas dan cita rasa, sehingga dapat memenuhi ekspektasi konsumen.

Khusus selama bulan Ramadhan, produksi juga ditambah dengan berbagai jenis kue kering, seperti nastar nanas, nastar kurma, kastengel, dan coklat mente. Semua produk ini diolah dengan menggunakan bahan-bahan berkualitas, meskipun harga bahan baku mengalami kenaikan. Lili berkomitmen untuk tetap menjaga harga agar tetap terjangkau bagi pelanggan setianya.

Harga yang Terjangkau di Tengah Kenaikan Biaya

Meskipun biaya bahan baku meningkat, Lili tetap berusaha untuk tidak menaikkan harga produknya. Sebagai contoh, harga pisang caramel tetap berada di kisaran Rp9.000 hingga Rp10.000 per paket. Menurutnya, meskipun keuntungan sedikit berkurang, yang terpenting adalah usaha tetap berjalan dan dapat terus melayani pelanggan.

Bahan Baku Berkualitas untuk Pisang Gulung Wijen

Bahan baku utama untuk pisang gulung wijen adalah pisang Raja Nangka yang terkenal manis dan memiliki tekstur yang ideal untuk digoreng. Pisang-pisang ini didatangkan dari daerah Lamongan dan Boyolali, yang rutin mengirimkan pasokan ke Magetan. Dalam satu minggu, kebutuhan pisang bisa mencapai sekitar 1,5 ton untuk memenuhi permintaan yang tinggi.

Meskipun tersedia pisang dari Magetan, jumlahnya terbatas. Oleh karena itu, Lili memilih untuk mengambil pasokan dari daerah luar untuk memastikan bahwa produksi dapat berjalan lancar tanpa kendala.

Tim Produksi yang Solid

Untuk mendukung kelancaran produksi, Lili mengandalkan tim yang terdiri dari 25 orang, sebagian besar merupakan warga desa sekitar. Kehadiran mereka sangat membantu dalam proses produksi sehari-hari, terutama saat permintaan meningkat selama bulan Ramadhan.

Saat ini, ada penambahan karyawan musiman yang membantu selama periode puncak. Hal ini menunjukkan bahwa usaha Lili tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi dirinya, tetapi juga bagi masyarakat di sekitarnya dengan menciptakan lapangan kerja.

Harapan untuk Masa Depan

Lili memiliki cita-cita untuk mengembangkan usaha kecilnya lebih jauh. Ia berharap dapat membangun tempat produksi yang lebih luas di masa depan, yang tidak hanya akan meningkatkan kapasitas produksi tetapi juga menciptakan peluang wisata kuliner bagi para pengunjung. Dengan demikian, pisang gulung wijen dapat dikenal lebih luas dan menjadi bagian dari identitas kuliner Magetan.

Dengan segala usaha dan dedikasi, Lili berharap “Berkah Ridho” akan terus tumbuh dan menjadi salah satu ikon jajanan khas yang tidak hanya disukai oleh masyarakat lokal tetapi juga oleh pengunjung dari berbagai daerah. Pisang gulung wijen bukan hanya sekadar camilan; ia merupakan simbol dari kreativitas dan ketekunan yang dapat membawa kebahagiaan pada setiap momen spesial, terutama saat Lebaran tiba.

➡️ Baca Juga: LG Luncurkan TV LG QNED evo AI dengan Teknologi Tercanggih dan Kualitas Gambar Superior

➡️ Baca Juga: Daftar Pemain Film Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati: Siapa Saja yang Terlibat?

Exit mobile version