DLH Banyumas Tingkatkan TPST BLE untuk Mengurangi Beban Pengolahan Sampah

Dalam menghadapi tantangan pengelolaan sampah yang semakin meningkat, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, berupaya untuk memperkuat keberadaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berbasis Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE) di Desa Wlahar Wetan. Inisiatif ini menjadi langkah strategis untuk mengurangi beban pengolahan sampah yang terus bertambah. Dengan meningkatnya timbulan sampah harian, pengembangan TPST BLE diharapkan dapat memberikan solusi yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Peningkatan Kapasitas TPST BLE

Kepala DLH Kabupaten Banyumas, Widodo Sugiri, menjelaskan bahwa kapasitas pengolahan TPST BLE yang beroperasi saat ini dirancang untuk mengolah sekitar 40 ton sampah setiap hari. Namun, kenyataannya, volume sampah yang masuk ke fasilitas ini terus mengalami peningkatan yang signifikan.

Menurut Sugiri, jumlah sampah yang diterima kini bisa mencapai 160 ton per hari, yang terdiri dari sampah organik yang sudah terpilah dan sekitar 60 ton bahan refuse-derived fuel (RDF). Angka ini jelas melampaui kapasitas desain awal yang telah ditentukan.

Peran Kelompok Swadaya Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah

Fenomena peningkatan volume sampah ini tidak terlepas dari berkembangnya Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang aktif mengelola sampah di tingkat desa. Saat ini, terdapat sekitar 70 KSM di Banyumas, dimana 40 hingga 50 di antaranya telah memiliki infrastruktur pengolahan yang memadai.

Secara keseluruhan, pengelolaan sampah oleh KSM mampu menangani sekitar 500 ton sampah rumah tangga setiap harinya, dari total timbulan sampah di Banyumas yang berkisar antara 700 hingga 800 ton per hari. Dengan demikian, kontribusi KSM dalam pengelolaan sampah sangat signifikan.

Rincian Pengolahan Sampah

Dari total sampah yang ada, sekitar 30 persen berhasil diolah menjadi bahan bakar turunan (RDF), yang setara dengan sekitar 150 ton setiap harinya. Selain itu, sekitar 40 ton sampah organik juga berhasil dikelola dengan baik.

Rencana Perluasan dan Peningkatan TPST BLE

Untuk mengatasi masalah ini, DLH Banyumas merencanakan perluasan dan peningkatan kapasitas TPST BLE. Rencana ini mencakup luasan yang diperkirakan hampir sama dengan fasilitas yang ada saat ini, yaitu sekitar 1,5 hektare.

Pengembangan ini saat ini berada dalam proses lelang yang dikelola oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui satuan kerja di tingkat provinsi. Diharapkan, konstruksi dapat dimulai dan diselesaikan pada tahun 2026, sehingga dapat segera memberikan manfaat yang lebih besar bagi pengelolaan sampah di daerah ini.

Target Peningkatan Cakupan Layanan

Dengan adanya pengembangan TPST BLE, DLH Banyumas menargetkan peningkatan cakupan layanan pengelolaan sampah dari sekitar 75 persen menjadi 78 hingga 80 persen. Sugiri menekankan bahwa meskipun target ini tidak terlalu ambisius, yang terpenting adalah adanya peningkatan layanan serta pengurangan tekanan terhadap TPST yang ada saat ini.

Dorongan untuk Penguatan Bank Sampah

Selain fokus pada penguatan TPST BLE, DLH Banyumas juga mendorong penguatan bank sampah di tingkat desa. Inisiatif ini bertujuan untuk menangani berbagai jenis sampah, termasuk sampah dengan nilai rendah seperti plastik kresek dan limbah rumah tangga lainnya.

Saat ini, jumlah bank sampah yang aktif di Banyumas masih sekitar 40 unit. Ke depannya, DLH menargetkan agar bank sampah dapat terbentuk di seluruh desa dan kelurahan yang berjumlah 331 wilayah, yang terdiri dari 301 desa dan 30 kelurahan.

Sinergi antara Bank Sampah dan KSM

Keberadaan bank sampah akan disinergikan dengan KSM untuk memastikan pengelolaan sampah yang lebih optimal dan berkelanjutan. Salah satu fokus utama dalam pengelolaan ini adalah pengumpulan minyak jelantah, yang saat ini lebih banyak dikelola oleh bank sampah.

Melalui kolaborasi ini, diharapkan pengelolaan sampah di Banyumas dapat dilakukan dengan lebih efektif, dan masyarakat dapat lebih terlibat dalam menjaga lingkungan. Upaya ini merupakan langkah penting untuk menciptakan kesadaran kolektif tentang pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.

Dengan berbagai inisiatif dan rencana yang telah disusun, DLH Banyumas menunjukkan komitmennya dalam menangani masalah lingkungan, khususnya dalam pengelolaan sampah. Melalui TPST BLE dan penguatan bank sampah, diharapkan Kabupaten Banyumas dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

➡️ Baca Juga: Cek Bansos PKH & BPNT April 2026 Secara Online Menggunakan NIK KTP dengan Mudah

➡️ Baca Juga: 17 Tersangka Karhutla Ditangkap, Polda Riau Berkomitmen Berantas Pembakaran Lahan

Exit mobile version