IHSG Hari Ini Berpotensi Melemah Akibat Volatilitas Harga Minyak Global yang Menguat

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan potensi untuk mengalami penurunan pada hari ini, Kamis (12/3), seiring dengan fluktuasi harga minyak mentah di pasar global yang semakin meningkat. Volatilitas ini memberikan dampak yang signifikan terhadap sentimen investor, terutama menjelang libur panjang Idul Fitri yang akan datang.
Pergerakan IHSG dan Indeks LQ45
Pada pembukaan perdagangan, IHSG tercatat menguat sebesar 9,45 poin atau setara dengan 0,13 persen, mencapai level 7.398,85. Di sisi lain, indeks LQ45 yang mencakup 45 saham unggulan juga mengalami kenaikan sebesar 1,34 poin atau 0,18 persen, dengan posisi terakhir di angka 753,58. Namun, fluktuasi ini hanya bersifat sementara, dan banyak analis memprediksi bahwa IHSG akan kesulitan untuk mencetak kenaikan yang signifikan dalam waktu dekat.
Proyeksi IHSG Menjelang Libur Panjang
Menurut analisis yang disampaikan oleh Liza Camelia Suryanata, selaku Kepala Riset di Kiwoom Sekuritas Indonesia, IHSG cenderung akan bergerak sideways mendekati libur panjang Idul Fitri. Ia merekomendasikan agar investor memperhatikan level support kritis di rentang 7.335 hingga 7.120, yang harus dipertahankan agar IHSG tidak mengalami penurunan lebih lanjut.
Volatilitas Harga Minyak Global
Di sisi global, harga minyak mentah kembali mengalami kenaikan. Meskipun International Energy Agency (IEA) telah mengeluarkan cadangan minyak darurat terbesar dalam sejarah, yakni sebesar 400 juta barel, harga minyak tetap bergerak naik. Cadangan yang dilepas ini jauh lebih besar dibandingkan dengan pelepasan 182 juta barel yang terjadi selama krisis energi pada tahun 2022.
Data Harga Minyak Terkini
Data terbaru menunjukkan bahwa harga minyak West Texas Intermediate (WTI) meningkat 7,95 persen, mencapai level 94,19 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak jenis Brent juga mengalami kenaikan sebesar 8,01 persen, dengan harga kini berada di angka 99,35 dolar AS per barel. Kenaikan harga ini terjadi pada perdagangan yang berlangsung pada pukul 09.35 WIB.
Ancaman Terhadap Pasokan Energi
Ketegangan yang terjadi di Selat Hormuz akibat serangan terhadap sejumlah kapal tanker juga menambah risiko terhadap stabilitas pasokan energi global. Iran bahkan memperingatkan bahwa jika konflik ini terus berlanjut, harga minyak dapat melonjak hingga 200 dolar AS per barel. Situasi ini menambah ketidakpastian di pasar, yang dapat mempengaruhi pergerakan IHSG di dalam negeri.
Inflasi di Amerika Serikat
Selain faktor eksternal, data inflasi dari Amerika Serikat juga menjadi perhatian. Inflasi Consumer Price Index (CPI) untuk bulan Februari tercatat naik 0,3 persen secara bulanan (month-to-month) dan 2,4 persen secara tahunan (year-on-year). Namun, angka ini belum mencerminkan lonjakan harga energi yang terbaru, sehingga pasar mulai mengantisipasi kemungkinan terjadinya kebijakan moneter yang lebih ketat.
Situasi Ekonomi Dalam Negeri
Dari dalam negeri, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk bulan Februari 2026 tercatat sebesar Rp135,7 triliun, yang setara dengan 0,53 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini masih sejalan dengan desain APBN, di mana belanja negara dipercepat secara merata sepanjang tahun, meskipun ada pertumbuhan pendapatan negara yang positif. Selain itu, pembiayaan anggaran juga mengalami penurunan sebesar 33 persen dibandingkan tahun lalu.
Pemilihan Pimpinan OJK
Sementara itu, perkembangan penting lainnya datang dari dunia keuangan. Komisi XI DPR RI telah memilih Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk periode 2026–2031. Keputusan ini juga mencakup penetapan empat pejabat lainnya sebagai anggota Dewan Komisioner OJK, yaitu Hermawan Bekti Sasongko, Hasan Fawzi, Dicky Kartikoyono, dan Adi Busiarso. Pengesahan ini dijadwalkan akan dilakukan dalam Sidang Paripurna DPR pada 12 Maret 2026.
Pergerakan Bursa Saham Internasional
Pada perdagangan sebelumnya, bursa saham Eropa menunjukkan penurunan yang cukup signifikan. Indeks Euro Stoxx 50 tercatat melemah sebesar 0,70 persen, sedangkan indeks FTSE 100 di Inggris turun 0,56 persen. Di Jerman, indeks DAX mengalami penurunan sebesar 1,37 persen, sementara indeks CAC di Prancis juga melemah 0,19 persen.
Aktivitas Bursa Saham AS
Bursa saham di Amerika Serikat bergerak variatif pada hari Rabu (11/3). Indeks S&P 500 mencatatkan penurunan sebesar 0,1 persen dan berada di level 6.775,17. Indeks Dow Jones Industrial Average juga mengalami penurunan, yaitu sebesar 0,6 persen, menyentuh angka 47.417,27, sedangkan Nasdaq Composite justru mengalami sedikit kenaikan sebesar 0,1 persen, mencapai 22.716,14.
Indeks Bursa Saham Asia
Di kawasan Asia, pergerakan indeks saham juga menunjukkan tren yang beragam. Indeks Nikkei di Jepang mencatatkan penurunan 821,29 poin atau 1,49 persen, dengan posisi terakhir di 54.204,10. Sementara itu, indeks Shanghai mengalami kenaikan tipis sebesar 4,20 poin atau 0,10 persen, mencapai 4.137,54. Di Hong Kong, indeks Hang Seng melemah 206,50 poin atau 0,80 persen, berakhir di 25.692,31. Terakhir, indeks Strait Times di Singapura juga mengalami penurunan sebesar 15,33 poin atau 0,32 persen, menutup perdagangan di 4.848,50.
Dengan berbagai faktor yang mempengaruhi, investor perlu tetap waspada terhadap pergerakan IHSG hari ini dan kondisi pasar saham secara keseluruhan. Observasi yang cermat dan pemahaman yang mendalam tentang faktor-faktor eksternal dan domestik sangat penting untuk mengambil keputusan investasi yang tepat.
➡️ Baca Juga: Menit 75, Bayer Leverkusen Vs Arsenal 1-0, Robert Andrich Cetak Gol Tunggal ke Gawang David Raya
➡️ Baca Juga: Apple Siapkan iPhone Ultra dan MacBook Ultra, Masuk Segmen Super Premium




