Pada malam 10 Maret 2026, Stadion Sumpah Pemuda di Bandar Lampung menjadi saksi sejarah ketika Bhayangkara Presisi Lampung FC berhasil bangkit dan memenangkan pertandingan melawan Arema FC pada pekan ke-25 BRI Super League 2025/26. Pertandingan penuh drama ini melibatkan dua kartu merah dan satu penalti yang menjadi penentu kemenangan Bhayangkara dengan skor 2-1.
Awal Pertandingan yang Dramatis
Arema FC, yang juga dikenal sebagai Singo Edan, langsung menunjukkan ketangguhannya sejak menit-menit awal pertandingan. Mereka menciptakan beberapa peluang, namun upaya dari Gustavo Franca dan Joel Vinicius berhasil dimentahkan oleh kiper Bhayangkara, Aqil Savik. Sementara Dalberto dan Gavi, juga belum berhasil menemui sasaran.
Drama pertama terjadi pada menit ke-18, ketika Savik harus ditarik keluar setelah benturan dengan Dalberto. Meski sempat mendapatkan perawatan, ia digantikan oleh Awan Setho.
Bhayangkara Mulai Bangkit
Selepas 20 menit, Bhayangkara mulai menunjukkan taringnya. Private Mbraga dan Moussa Sidibe bersama Ryo Matsumura beberapa kali mengancam gawang Singo Edan yang dikawal Gianluca Pandenuwu. Namun, tim tamu berhasil memecah kebuntuan lebih dulu pada menit ke-45+1′. Umpan dari Muhammad Iksan ditinju oleh Awan Setho dan bola mendarat di kaki Rio Fahmi. Kemudian bola diumpan ke tiang jauh yang disundul Dalberto ke Joel Vinicius, yang tinggal meneruskan dengan tendangan ke gawang Setho. Skor menjadi 0-1 untuk Singo Edan.
Namun, di penghujung babak pertama, Singo Edan harus bermain dengan 10 orang setelah Pablo Oliveira mendapat kartu merah karena menginjak kaki Frengki Messa pada menit ke-45+9′. Skor 0-1 bertahan hingga turun minum.
Drama Kartu Merah Kedua dan Penalti
Babak kedua berlangsung penuh drama. Meski hanya bermain dengan 10 pemain, Arema FC masih bisa mempertahankan skor hingga laga berjalan hampir satu jam. Bhayangkara mulai menunjukkan dominasinya, dengan Nihas Sadiki mendapatkan peluang pada menit ke-52, namun masih bisa dihalau Pandenuwu.
Drama berikutnya terjadi saat striker Arema Dalberto dan bek Bhayangkara Slavko Damjanovic bersentuhan saat tidak ada bola. Kedua pemain mendapatkan kartu kuning. Setelah peninjauan VAR, kartu kuning Dalberto dianulir dan diganti menjadi kartu merah, membuat Arema harus bermain dengan 9 pemain sejak menit ke-71.
Bhayangkara Mengambil Keuntungan
Unggul dua pemain, Bhayangkara akhirnya bisa mencetak gol. Privat Mbarga berhasil menyamakan kedudukan lewat sundulan pada menit ke-75 usai menerima umpan sepak pojok Moussa. Skor menjadi 1-1.
Menit ke-83, pergerakan Dendi Sulistiawan diwarnai tarikan Beitinho di kotak terlarang. Setelah peninjauan VAR, wasit Yudai Yamamoto memberikan penalti. Moussa berhasil menjadi algojo dan mengubah skor menjadi 2-1 untuk Bhayangkara yang bertahan hingga pertandingan berakhir.
Hasil dan Dampak Pertandingan
Kemenangan ini menjadi kemenangan kelima beruntun Bhayangkara, atau The Guardians. Tambahan tiga poin membuat Bhayangkara naik ke posisi enam klasemen sementara dengan 41 poin dari 25 laga. Di sisi lain, bagi Arema, ini menjadi kekalahan kedua beruntun. Tim asuhan Marquinhos Santos tertahan di posisi 11 klasemen sementara dengan 31 poin dari 25 laga.
Susunan Pemain
Bhayangkara FC (4-4-2): Aqil Savik, Putu Gede, Slavko Damjanovic, Nehar Sadiki, Frengky Missa; Ryo Matsumura, Wahyu Subo Seto, Moises Wolschick, Privat Mbarga, Henri Doumbia, Moussa Sidibe. Pelatih Paul Munster.
Arema FC (4-2-3-1): Gianlucu Pandeynuwu, Rio Fahmi, Roberto Vinagre, Hansamu Yama, Iksan Lestaluhu; Mathes Da Conceicao, Gildson Oliveira, Gabriel Costa, Gustavo Franca, Dalberto Luan Belo, Joel Vinicius. Pelatih Marcos Santos.
➡️ Baca Juga: Kejari Cimahi Sosialisasikan KUHP Nasional 2023, Ajak Masyarakat Pahami Perubahan Hukum Pidana
➡️ Baca Juga: Jawab Kebutuhan AI, Lenovo Punya 2 Teknologi Ini
