KAI Mencatat 11,9 Juta Penumpang di Daop Yogyakarta, Mobilitas Masyarakat Meningkat Signifikan

Yogyakarta – Aktivitas penumpang kereta api di Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta mengalami lonjakan signifikan. Dalam kurun waktu Januari hingga September 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat sekitar 11,99 juta penumpang. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 11,00 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2025, yang hanya tercatat sebanyak 10,80 juta penumpang. Peningkatan ini mencerminkan tren positif dalam mobilitas masyarakat yang semakin meningkat.

Pendorong Pertumbuhan Mobilitas Penumpang

Menurut Anne Purba, Vice President of Corporate Communication KAI, pertumbuhan jumlah penumpang ini didorong oleh sektor pariwisata yang semakin berkembang, disertai dengan peningkatan layanan yang diberikan di berbagai daerah, termasuk di wilayah Daop 6 Yogyakarta. Hal ini menunjukkan bahwa kereta api bukan hanya menjadi moda transportasi, tetapi juga berkontribusi pada perkembangan sektor pariwisata di daerah tersebut.

Mobilitas Antarkota yang Meningkat

Anne Purba menjelaskan bahwa mobilitas antarkota mengalami pertumbuhan yang signifikan, seiring dengan meningkatnya arus wisatawan. Situasi ini tidak hanya menguntungkan bagi KAI, tetapi juga bagi ekonomi lokal yang bergantung pada sektor pariwisata. Dengan semakin banyaknya penumpang, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar.

Peningkatan Jumlah Penumpang Asing

Selain penumpang lokal, jumlah pelanggan Warga Negara Asing (WNA) yang menggunakan layanan di Daop 6 juga menunjukkan pertumbuhan. Tercatat adanya kenaikan sebesar 6,59 persen, dengan total mencapai 136.069 penumpang. Hal ini menunjukkan bahwa Daop 6 Yogyakarta semakin diminati oleh wisatawan mancanegara.

Data perjalanan Wisatawan Nusantara

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Regional D.I. Yogyakarta juga mencatat adanya 26,75 juta perjalanan wisatawan nusantara hingga Juli 2026. Ini merupakan peningkatan sebesar 9,15 persen secara year-on-year (YoY). Peningkatan ini selaras dengan tren yang terlihat pada peningkatan jumlah penumpang KAI di Daop Yogyakarta.

Ekosistem Layanan Terintegrasi

Tingginya mobilitas di wilayah Daop 6 tidak lepas dari ekosistem layanan terintegrasi yang disediakan oleh KAI. Stasiun Yogyakarta berfungsi sebagai pusat dari berbagai lapisan layanan utama, seperti kereta api jarak jauh, kereta lokal, KRL Commuter Line Area VI (Yogyakarta-Palur), KA Prameks (Yogyakarta-Kutoarjo), dan KA Bandara YIA.

Stasiun Yogyakarta: Pusat Aktivitas Penumpang

Selama periode Januari hingga September 2026, Stasiun Yogyakarta menjadi stasiun dengan volume penumpang tertinggi, melayani 5.488.259 penumpang. Angka ini menunjukkan betapa pentingnya peran stasiun ini dalam mendukung mobilitas masyarakat di Yogyakarta dan sekitarnya.

KA Unggulan yang Meningkatkan Volume Penumpang

Dua kereta api unggulan yang beroperasi di Daop 6, yaitu KA Sancaka (yang menghubungkan Yogyakarta dengan Surabaya Gubeng) dan KA Joglosemarkerto (yang beroperasi di koridor lingkar Jateng-DIY), juga berkontribusi besar terhadap volume penumpang. Masing-masing kereta ini mencatat 388.967 penumpang dan 334.071 penumpang, menunjukkan minat masyarakat yang tinggi terhadap layanan tersebut.

Layanan Berbasis Pengalaman Mewah

Pengalaman layanan yang ditawarkan oleh KAI, seperti Compartment Suites dan Panoramic, juga menarik perhatian masyarakat. Lonjakan pelanggan yang signifikan menunjukkan bahwa masyarakat semakin menghargai layanan kereta api yang tidak hanya fungsional tetapi juga memberikan pengalaman yang memuaskan.

Persiapan Angkutan Natal dan Tahun Baru 2026/2027

Menjelang periode libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027, KAI mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan mereka lebih awal. Hal ini penting untuk memastikan ketersediaan tiket dan menghindari kepadatan yang biasa terjadi pada periode tersebut.

Pemesanan Tiket Kereta Api

Tiket kereta api reguler sudah dapat dipesan melalui aplikasi Access by KAI dengan acuan pemesanan H-45. Anne Purba menekankan pentingnya merencanakan perjalanan sebelum tanggal favorit yang biasanya penuh, agar masyarakat dapat memiliki lebih banyak pilihan terkait jadwal dan tarif yang diinginkan.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan, KAI terus berkomitmen untuk meningkatkan layanan dan memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat. Peningkatan jumlah penumpang di Daop Yogyakarta mencerminkan keberhasilan strategi yang diterapkan, sekaligus memberikan harapan bagi pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi lokal ke depannya.

➡️ Baca Juga: Produksi dan Harga Sayuran di Pontianak Terpengaruh oleh Kemarau yang Berkepanjangan

➡️ Baca Juga: Tingkatkan Pendapatan Online Melalui Keahlian Administrasi Digital yang Dibutuhkan Pebisnis

Exit mobile version