Kemenperin Targetkan Pertumbuhan 6% Industri Agro pada 2026 dengan Mamin Sebagai Kunci Utama

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menunjukkan optimisme yang kuat tentang prospek pertumbuhan industri agro, terutama di sektor makanan dan minuman (mamin), yang diperkirakan dapat mencapai angka sekitar 6% pada tahun 2026. Hal ini meskipun dihadapkan pada tantangan yang muncul dari dinamika global yang tidak menentu.

Target Pertumbuhan yang Ambisius

Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika, mengungkapkan bahwa target pertumbuhan ini awalnya disampaikan oleh Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) sebelum situasi konflik di Timur Tengah menjadi semakin rumit. Dengan adanya ketegangan tersebut, Putu berharap bahwa industri tetap dapat mempertahankan proyeksi pertumbuhannya meskipun ada kemungkinan adanya penyesuaian.

“Sebelum ketegangan di Timur Tengah meningkat, GAPMMI dan para pelaku industri memiliki keyakinan kuat bahwa pertumbuhan dapat mencapai sekitar 6%. Dengan kondisi saat ini, kami berharap angka tersebut dapat dipertahankan walaupun mungkin terjadi penyesuaian,” kata Putu di Jakarta pada Selasa [22/4/2026].

Kekuatan Sektor Makanan dan Minuman

Menurut Putu, sektor makanan dan minuman memiliki ketahanan yang lebih baik dibandingkan sektor lainnya karena merupakan kebutuhan pokok masyarakat. Besarnya konsumsi rumah tangga menjadi pendorong utama bagi keberlangsungan industri ini.

“Belanja masyarakat adalah motor penggerak ekonomi. Jika pengeluaran masyarakat dapat terjaga, maka industri ini akan tetap berjalan dan pertumbuhannya pun akan terjaga,” jelasnya.

Putu menambahkan bahwa ketahanan sektor makanan dan minuman sangat penting bagi pertumbuhan industri agro secara keseluruhan. Pemerintah terus berupaya memperkuat rantai pasok dan daya saing untuk memastikan bahwa target pertumbuhan dapat tercapai meskipun menghadapi tekanan dari luar.

Perkembangan Angka Pertumbuhan

Secara spesifik, pertumbuhan industri agro pada tahun 2025 tercatat sebesar 4,95 persen. Meskipun angka ini lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya (2024) yang mencapai 5,20 persen, namun tetap lebih baik dibandingkan dengan tahun 2023 yang hanya sebesar 4,15 persen.

Salah satu andalan pemerintah untuk mencapai target pertumbuhan industri agro sebesar 6 persen pada tahun ini adalah sektor makanan dan minuman. Dengan potensi yang besar, sektor ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan.

Investasi yang Mendorong Pertumbuhan

Pada tahun 2025, total Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai 191,7 triliun rupiah. Meskipun angka ini masih lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2024 yang mencapai 206,33 triliun rupiah, namun tetap menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dibandingkan tahun 2023 yang hanya sebesar 158,77 triliun rupiah.

Putu menjelaskan bahwa investasi di sektor industri agro terus meningkat, dengan sektor makanan dan minuman sebagai pendorong utama. “Sektor makanan dan minuman adalah yang paling dominan. Selain itu, kami juga melihat pertumbuhan di sektor berbasis kehutanan serta rokok,” tambahnya.

Tren Generasi Muda dalam Industri Agro

Salah satu faktor kunci yang mendorong pertumbuhan di sektor makanan dan minuman adalah meningkatnya partisipasi generasi muda. Contohnya, industri kakao artisan mengalami pertumbuhan yang signifikan. Dari hanya 31 perusahaan pada September 2023, kini jumlahnya hampir mencapai 50 perusahaan.

“Sebagian besar pelaku di industri kakao adalah generasi muda yang berfokus pada produk artisan. Investasi yang dibutuhkan tidak terlalu besar, sehingga banyak yang dapat berpartisipasi,” ungkap Putu.

Indikator Pertumbuhan yang Positif

Indikator pertumbuhan sektor makanan dan minuman semakin menarik perhatian anak muda, dengan nilai PMDN di industri agro pada tahun 2025 mencapai 100,7 triliun rupiah. Angka ini jauh melebihi nilai PMA yang tercatat sebesar 91,00 triliun rupiah.

Dengan potensi pertumbuhan yang ada, sektor agro, khususnya makanan dan minuman, diharapkan dapat menjadi pilar utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional menuju tahun 2026. Pemerintah berkomitmen untuk mendukung pengembangan sektor ini agar dapat memberikan kontribusi maksimal dalam perekonomian Indonesia.

➡️ Baca Juga: Jakarta Memimpin Sebagai Provinsi dengan Jumlah Penduduk Terbanyak di Indonesia

➡️ Baca Juga: Jadwal Pertandingan Malaysia vs Vietnam Piala AFF U17 2026 dan Siaran Langsung di Indosiar

Exit mobile version