Kementerian PU Terus Lakukan Pembersihan Material Longsor di Tapan-Batas Jambi

Jakarta – Dalam upaya menjaga kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi logistik, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melanjutkan pembersihan material longsor di jalur nasional Tapan–Batas Jambi, yang terletak di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Kejadian longsor yang terjadi baru-baru ini telah mengganggu akses jalan, sehingga penanganan yang cepat dan efektif menjadi sangat penting.

Proses Penanganan Longsor di Tapan–Batas Jambi

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengungkapkan bahwa penanganan longsor dilakukan secara bertahap. Langkah ini melibatkan pengerahan alat berat dan personel yang dikoordinir melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar. Tujuan dari upaya ini adalah untuk memastikan agar akses jalan tetap berfungsi dan mengamankan titik-titik longsor yang dapat membahayakan pengguna jalan.

Menurut Dody, meskipun akses jalan di Tapan–Batas Jambi telah kembali berfungsi, masih terdapat 14 titik longsor yang memerlukan penanganan dan pengamanan lebih lanjut. “Pekerjaan darurat harus segera dilanjutkan dengan penanganan permanen,” tegasnya dalam keterangannya di Jakarta pada Kamis, 15 Oktober.

Situasi Terkini di Lokasi Longsor

Walaupun akses jalan telah kembali normal, proses penanganan di 14 titik longsor masih terus dilakukan dengan melibatkan sepuluh unit alat berat. Selama proses pembersihan, lalu lintas di kawasan tersebut diberlakukan secara buka-tutup untuk menjaga keselamatan pengguna jalan dan petugas yang bertugas di lapangan.

Penyebab longsor ini adalah hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada tanggal 9 hingga 11 Oktober 2026, yang berdampak pada jalan Tapan–Batas Jambi sepanjang 16,2 kilometer. Berdasarkan laporan dari BPJN Sumbar, terdapat 14 titik longsor yang teridentifikasi, termasuk dua titik di bawah badan jalan dan 12 titik di lereng atas badan jalan.

Risiko dan Kerusakan yang Dihasilkan

Beberapa titik longsor menunjukkan kerusakan signifikan dengan tingkat risiko yang tinggi. Di kilometer 219+100, longsor hampir menggerus setengah bagian badan jalan, sehingga menimbulkan risiko amblas yang sangat tinggi. Di kilometer 231+650, lokasi tersebut juga dikategorikan berisiko tinggi dan memerlukan penanganan yang lebih mendalam.

Selain itu, longsoran dari lereng atas menutup akses di sepuluh titik lainnya, sementara dua titik lainnya mengalami longsoran kecil yang menghalangi setengah badan jalan. Hal ini menunjukkan perlunya pembersihan dan pengamanan yang dilakukan secara bertahap, dengan memperhatikan kondisi lapangan dan tingkat risiko di setiap lokasi.

Alat Berat dan Sumber Daya yang Dikerahkan

Untuk mempercepat proses penanganan longsor ini, Kementerian PU melalui BPJN Sumbar telah mengerahkan sepuluh unit alat berat dan peralatan pendukung lainnya. Jenis alat yang digunakan meliputi:

Peralatan tersebut berfungsi untuk membersihkan material longsor seperti tanah, batu, batang pohon, dan material lain yang menghalangi jalan, serta mendukung penanganan di titik-titik yang terdampak.

Pengaturan Lalu Lintas Selama Proses Pembersihan

Hingga tanggal 14 Oktober, sistem buka-tutup masih diberlakukan untuk lalu lintas di ruas Tapan–Batas Jambi selama proses pembersihan berlangsung. Pengaturan ini bertujuan untuk memastikan bahwa penanganan dapat dilakukan dengan aman, baik bagi pengguna jalan maupun petugas yang terlibat dalam pembersihan.

Pentingnya Penanganan dan Pemulihan

Kementerian PU terus melakukan pemantauan dan penanganan di titik-titik yang terdampak untuk mendukung kelancaran perjalanan masyarakat serta distribusi logistik antarwilayah. Selain membersihkan material longsor, pengamanan lokasi-lokasi yang berisiko juga merupakan bagian integral dari upaya pemulihan agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal.

Dengan langkah-langkah yang terkoordinasi dan penggunaan sumber daya yang tepat, diharapkan kondisi di Tapan–Batas Jambi dapat segera pulih. Penanganan yang cepat dan efektif merupakan kunci untuk meminimalkan dampak bencana alam seperti longsor, sehingga masyarakat dapat kembali melaksanakan aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman.

Kementerian PU berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan dan penanganan di daerah-daerah yang rawan longsor lainnya. Dengan pendekatan yang proaktif dan responsif, diharapkan akan ada pengurangan risiko dan peningkatan keselamatan bagi semua pengguna jalan.

➡️ Baca Juga: Tiket Tambahan Merdeka Run 2026 Kembali Dibuka, Segera Dapatkan Sebelum Habis!

➡️ Baca Juga: BMKG Mengingatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir NTB yang Perlu Diwaspadai

Exit mobile version