Jakarta – Pada tanggal 24-25 September 2026, GlobalHealth Asia-Pacific (GHAPAC) akan menyelenggarakan Konferensi dan Penghargaan Aesthetics, Wellness, & Longevity 2026 di Grand Hyatt Jakarta. Acara ini diharapkan menjadi platform penting bagi lebih dari 200 pemimpin industri dari berbagai negara di kawasan Asia-Pasifik, termasuk Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, dan Korea Selatan. Dengan tema “Defining the Future of Ageless Innovation”, konferensi ini akan mengeksplorasi dan mendalami berbagai topik terkait perkembangan dalam bidang estetika, layanan kesehatan preventif, wellness, kedokteran regeneratif, serta longevity.
Menyoroti Inovasi dan Tantangan di Sektor Kesehatan
Dalam konferensi ini, peserta akan terlibat dalam diskusi yang mendalam mengenai teknologi terkini, inovasi dalam layanan kesehatan, serta peluang pengembangan wisata medis dan wellness di Indonesia. Salah satu isu sentral yang akan dibahas adalah bagaimana Indonesia bisa membangun ekosistem yang menghubungkan layanan kesehatan dengan sektor wellness, pariwisata, dan hospitality. Ini termasuk pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur di Bali, yang ditujukan untuk memperkuat sektor kesehatan.
Pentingnya Kebijakan Kesehatan dalam Membangun Ekosistem
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia akan menjadi bagian dari sesi keynote yang berjudul “Healthcare Policy in Shaping Indonesia’s Aesthetics, Wellness and Longevity Ecosystem”. Dalam sesi ini, diskusi akan difokuskan pada aspek keselamatan pasien, kompetensi tenaga medis, standar kualitas, serta praktik berbasis bukti ilmiah yang harus diterapkan seiring dengan berkembangnya sektor estetika dan wellness. Dwi Puspasari, SKM, M.Sc., yang menjabat sebagai Kepala Pusat Kebijakan Sistem Ketahanan Kesehatan, menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pariwisata kesehatan di kawasan ini.
- Indonesia siap menjadi pemain kunci dalam sektor kesehatan dan kebugaran regional.
- Pariwisata kesehatan dapat memberikan kontribusi hingga US$84 miliar terhadap PDB Indonesia.
- Pengembangan sektor ini tidak hanya meningkatkan devisa, tetapi juga menciptakan lapangan kerja.
- Telah ditetapkan 44 rumah sakit untuk pariwisata medis di Indonesia.
- Tiga Kawasan Ekonomi Khusus Kesehatan telah dibentuk untuk memfasilitasi investasi.
Pengembangan Pariwisata Kesehatan dan Wellness
Pemerintah Indonesia juga akan mengupas pengembangan ekosistem wellness dan wisata medis melalui sesi bertajuk “Developing an Integrated Wellness and Medical Tourism Ecosystem”. Diskusi ini akan menyoroti pentingnya hubungan antara rumah sakit, klinik, penyedia layanan wellness, serta pelaku di sektor pariwisata dan hospitality. Sinergi antara berbagai sektor ini dianggap penting untuk menciptakan layanan yang dapat menarik minat konsumen baik domestik maupun internasional.
Koordinasi Lintas Sektor untuk Paket Pariwisata Kesehatan
Hanifah Makarim, Asisten Deputi Pengembangan Usaha dan Akses Permodalan dari Kementerian Pariwisata, menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen untuk mendorong koordinasi lintas sektor dalam menciptakan paket pariwisata kesehatan. Ia menjelaskan bahwa Kementerian Pariwisata akan terus bekerja sama dengan kementerian dan lembaga terkait, serta pihak-pihak dalam industri pariwisata dan kesehatan untuk mengembangkan paket pariwisata yang terintegrasi.
- Pengembangan paket pariwisata kesehatan yang menggabungkan layanan medis dan wellness.
- Fokus pada integrasi antara rumah sakit dan penyedia layanan wellness.
- Koordinasi dengan pelaku industri pariwisata dan kesehatan.
- Menarik minat konsumen domestik dan internasional.
- Meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia.
Peran Indonesia di Pasar Global
Ketua GlobalHealth Asia-Pacific, Narender Panjwani, menggarisbawahi pentingnya menjaga standar profesional dan inovasi yang bertanggung jawab dalam perkembangan sektor aesthetics, wellness, dan longevity. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama di pasar ini, didukung oleh keahlian medis yang kuat, infrastruktur kesehatan yang terus berkembang, serta tradisi wellness yang sudah dikenal secara internasional.
Menghubungkan Pemangku Kepentingan dari Berbagai Negara
Konferensi ini tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga mempertemukan pelaku industri kesehatan, estetika, wellness, dan teknologi medis dari berbagai negara di Asia-Pasifik. Selain sesi konferensi, acara ini juga akan menyuguhkan B2C showcase dan gala penghargaan yang akan berlangsung pada tanggal 25 September 2026. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kolaborasi antar negara dan menciptakan peluang baru dalam industri kesehatan di kawasan ini.
Membangun Masa Depan Kesehatan yang Berkelanjutan
Dengan semangat inovasi dan kolaborasi, Konferensi dan Penghargaan GHAPAC Aesthetics, Wellness, & Longevity 2026 memberikan harapan bagi pengembangan sektor kesehatan di Indonesia. Melalui diskusi yang mendalam serta kerjasama lintas sektor, diharapkan dapat tercipta ekosistem kesehatan yang tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pada pencegahan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Acara ini adalah langkah maju dalam menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat utama dalam industri pariwisata kesehatan dan wellness, di mana inovasi dan kualitas layanan menjadi prioritas. Dengan adanya perhatian yang serius terhadap pengembangan sektor ini, Indonesia dapat berkontribusi lebih besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menarik minat wisatawan dari seluruh dunia.
➡️ Baca Juga: Fitur Pelacakan Dokumen Aplikasi Wanda untuk Memantau Penerbitan STNK dan BPKB
➡️ Baca Juga: Jaecoo Janjikan 2 Mobil Baru, Model 7-Seaters
