slot depo 10k slot depo 10k
Olahraga

Leicester City Dilego, King Power Tawarkan Rp4,3 Triliun untuk The Foxes

Jakarta – Leicester City, klub sepak bola asal Inggris yang pernah mencatatkan sejarah gemilang, kini berada di tengah proses penjualan setelah 16 tahun di bawah kepemilikan King Power. Grup asal Thailand tersebut dilaporkan menawarkan harga lebih dari 200 juta pound, setara dengan sekitar Rp4,3 triliun, untuk melepas The Foxes. Proses penjualan ini ditangani oleh Citigroup, bank investasi terkemuka dari Amerika Serikat, yang telah disewa untuk mengelola transaksi tersebut. Menariknya, paket penjualan mencakup tidak hanya tim putra dan tim putri, tetapi juga Stadion King Power yang memiliki kapasitas sekitar 32.000 penonton dan fasilitas latihan Seagrave yang modern.

Detail Penawaran Penjualan Leicester City

Dalam dokumen penawaran yang dinamakan Project Lineup, King Power telah menyebarkan informasi kepada sejumlah calon investor terkait aset yang ditawarkan. Aset fisik Leicester City dinilai mencapai 224 juta pound, atau sekitar Rp5,4 triliun, yang mencakup kompleks latihan Seagrave yang dibangun dengan biaya 121 juta pound, atau sekitar Rp2,9 triliun. Namun, dalam dokumen tersebut, nilai spesifik untuk tim sepak bola Leicester City tidak dicantumkan. King Power menetapkan harga di atas 200 juta pound untuk keseluruhan paket penjualan klub, yang menunjukkan komitmen mereka untuk mendapatkan nilai yang sepadan dengan sejarah dan potensi klub.

Perjalanan Leicester City: Dari Kejayaan ke Tantangan

Penjualan Leicester City ini muncul setelah klub mengalami periode yang penuh gejolak dalam beberapa tahun terakhir. Klub yang pernah menorehkan prestasi luar biasa dengan menjuarai Premier League pada 2015/2016, kini harus berjuang di League One, divisi ketiga dalam sistem liga sepak bola Inggris. Degradasi yang dialami Leicester musim lalu menandai momen pahit kedua dalam sejarah mereka, setelah sebelumnya juga terdegradasi dari level tertinggi sepak bola Inggris. Dalam dokumen penawaran, King Power menyoroti pencapaian masa lalu yang membanggakan, termasuk gelar juara Premier League dan Piala FA yang diraih pada 2021, sebagai daya tarik bagi calon investor.

  • Pencapaian juara Premier League pada 2015/2016 dengan odds 5.000 banding 1.
  • Meraih Piala FA pada tahun 2021.
  • Pengalaman berkompetisi di level tertinggi selama bertahun-tahun.
  • Fasilitas latihan modern di Seagrave.
  • Potensi untuk bangkit kembali ke divisi yang lebih tinggi.

Meski saat ini Leicester berada di League One, dokumen penjualan tidak menekankan kondisi tersebut. Sebaliknya, penawaran tersebut lebih banyak menyoroti keberhasilan klub dalam mencapai promosi ke divisi yang lebih tinggi di masa lalu, yang menunjukkan optimisme King Power terhadap masa depan klub.

Sejarah Kepemilikan King Power

King Power, yang dikelola oleh keluarga Srivaddhanaprabha, pertama kali membeli Leicester City dari Milan Mandaric pada tahun 2010 dengan harga 35 juta pound, setara dengan sekitar Rp844,5 miliar. Selama periode 16 tahun kepemilikannya, King Power berhasil mengonversi utang klub menjadi ekuitas, dengan nilai hampir 300 juta pound, atau sekitar Rp7,23 triliun. Langkah ini telah membuat Leicester City sebagian besar terbebas dari utang, meskipun masih ada sejumlah pinjaman kecil yang tersisa untuk pemeliharaan. King Power juga menunjukkan kesabaran dalam proses penjualan, dengan komitmen untuk terus mendanai klub hingga menemukan calon pembeli yang dianggap kredibel.

Dukungan Terhadap Tim di Tengah Proses Penjualan

Walaupun sedang dalam proses penjualan, King Power tetap memberikan dukungan penuh kepada Leicester. Mereka terus mendanai klub selama musim panas ini dan membantu pelatih kepala Russell Martin dalam membangun skuad yang kompetitif dengan mendatangkan sembilan pemain baru. Dukungan ini menunjukkan komitmen King Power untuk menjaga stabilitas klub selama transisi kepemilikan.

Leicester City Memulai Musim di League One

Dengan tantangan baru di League One, Leicester City di bawah asuhan Russell Martin siap memulai musim dengan semangat baru. Tim dijadwalkan untuk menghadapi Notts County pada tanggal 15 Agustus 2026. Musim ini menjadi sangat penting bagi Leicester untuk bangkit kembali setelah mengalami dua kali degradasi dari Premier League dalam rentang waktu tiga tahun, dari 2023 hingga 2025.

King Power kini membuka peluang bagi investor baru untuk mengambil alih klub yang pernah menjadi salah satu kisah sukses terbesar dalam sejarah sepak bola Inggris. Dengan rekam jejak yang mengesankan dan infrastruktur yang solid, Leicester City menawarkan potensi yang menarik bagi calon investor yang ingin berkontribusi pada kebangkitan klub ini.

➡️ Baca Juga: Murid SD Belajar di Musala Akibat Keterbatasan Ruang Kelas yang Tersedia

➡️ Baca Juga: Menghasilkan Pendapatan Melalui Jasa Penjernih Foto Jadul dengan Teknologi AI

Related Articles

Back to top button