Pemkab Rejang Lebong Percepat Revitalisasi Danau Mas Harun Bastari untuk Destinasi Wisata Baru

Pemkab Rejang Lebong tengah merancang langkah strategis dalam revitalisasi Danau Mas Harun Bastari (DMHB), yang merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di wilayah tersebut. Proyek ini bertujuan untuk mengembalikan daya tarik dan meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian lokal. Dengan adanya revitalisasi ini, diharapkan DMHB dapat bersaing lebih baik di tengah pesatnya perkembangan destinasi wisata lainnya.
Urgensi Revitalisasi
Seiring berjalannya waktu, penurunan kualitas fasilitas dan aksesibilitas di DMHB berpotensi menurunkan minat wisatawan. Hal ini menjadi perhatian utama mengingat persaingan antar destinasi wisata semakin ketat. Jika tidak ada upaya nyata untuk melakukan perbaikan, DMHB mungkin kehilangan pengunjung yang beralih ke lokasi lain.
Para ahli sepakat bahwa perbaikan infrastruktur dan penataan kawasan menjadi kunci untuk meningkatkan pengalaman wisatawan. Penekanan pada nilai-nilai kearifan lokal juga penting dalam menciptakan daya tarik yang unik. Tanpa revitalisasi yang terencana dengan baik, potensi ekonomi dari sektor pariwisata, seperti penciptaan lapangan kerja dan perputaran usaha lokal, berisiko tidak teroptimalkan.
Rencana Revitalisasi oleh Pemkab
Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, melalui Plt Bupati Hendri Praja, mengumumkan rencana revitalisasi DMHB untuk meningkatkan daya tarik destinasi wisata ini. Penegasan ini disampaikan pada 9 April, di mana beliau menyoroti tingginya minat wisatawan yang mengunjungi DMHB, terutama saat libur panjang, meskipun fasilitas yang ada masih belum memadai.
“Danau Mas Harun Bastari memiliki potensi yang sangat besar namun belum sepenuhnya dimanfaatkan. Letaknya yang strategis di jalur Curup–Lubuklinggau, dengan udara sejuk dan pemandangan alam yang menawan, merupakan modal kuat bagi pengembangan pariwisata kita,” ungkap Hendri Praja.
Keunggulan DMHB
Salah satu daya tarik utama DMHB adalah paket wisata yang ditawarkan. Selain keindahan danau, kawasan ini juga berdekatan dengan destinasi populer lainnya, seperti Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Kaba. Hal ini memberikan nilai tambah bagi pengunjung yang ingin menikmati keindahan alam sekaligus berwisata di beberapa lokasi dalam satu perjalanan.
- Pemandangan danau yang menawan
- Udara sejuk dan segar
- Dekat dengan TWA Bukit Kaba
- Paket wisata yang menarik
- Potensi pengembangan yang besar
Revitalisasi fasilitas wisata di DMHB diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan bagi pengunjung. Dengan demikian, diharapkan dapat berdampak positif terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitar kawasan tersebut.
Rencana Induk Pengembangan
Kepala Dinas Pariwisata Rejang Lebong, Riki Irawan, menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah menyusun rencana induk untuk pengembangan DMHB. Meskipun rencana tersebut sudah ada, realisasinya belum berjalan optimal dalam beberapa tahun terakhir. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah untuk mengimplementasikan rencana tersebut dengan lebih efektif.
Sesuai dengan instruksi dari Plt Bupati, Dinas Pariwisata Rejang Lebong berencana untuk mulai mematangkan program revitalisasi secara menyeluruh pada tahun 2026. “Plt Bupati meminta agar rencana pengembangan DMHB dapat diselesaikan tahun ini, sehingga pada tahun 2027 kami bisa mulai melaksanakan pembangunan di lapangan,” tambah Riki.
Target Pendapatan Asli Daerah
Dalam hal kontribusi finansial, Riki mengungkapkan bahwa saat ini PAD dari DMHB baru mencapai sekitar Rp31 juta dari target tahunan yang ditetapkan sebesar Rp300 juta. Dengan adanya revitalisasi yang menyeluruh, Riki optimis bahwa angka kunjungan akan meningkat secara signifikan. Hal ini diyakini akan mempermudah pencapaian target PAD yang telah ditentukan.
- Target PAD tahun ini: Rp300 juta
- Realisasi saat ini: Rp31 juta
- Revitalisasi diharapkan meningkatkan kunjungan
- Potensi pendapatan yang lebih optimal
- Dampak positif bagi ekonomi lokal
Upaya revitalisasi ini juga sejalan dengan implementasi Peraturan Daerah (Perda) Rejang Lebong yang menjadikan daerah ini sebagai Kabupaten Wisata. Pemerintah daerah berkomitmen untuk menjadikan regulasi tersebut sebagai dasar untuk langkah-langkah nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat setempat.
Strategi Revitalisasi yang Efektif
Revitalisasi yang terencana dan terarah adalah langkah penting untuk memastikan DMHB dapat bersaing dengan destinasi wisata lainnya. Beberapa strategi yang dapat diterapkan meliputi:
- Peningkatan infrastruktur aksesibilitas
- Pembangunan fasilitas pendukung yang memadai
- Pengenalan konsep wisata berbasis pengalaman
- Pemberdayaan masyarakat lokal dalam pengelolaan
- Pemasaran yang lebih agresif dan terarah
Dengan pendekatan yang komprehensif, revitalisasi DMHB bukan hanya akan meningkatkan pengalaman wisatawan, tetapi juga dapat memperkuat ekonomi lokal. Peningkatan kualitas fasilitas dan layanan sangat penting untuk meningkatan kepuasan pengunjung, yang pada gilirannya akan menarik lebih banyak wisatawan.
Peran Masyarakat dalam Revitalisasi
Pentingnya peran masyarakat lokal dalam proses revitalisasi tidak bisa diabaikan. Keterlibatan mereka dalam pengelolaan dan pengembangan DMHB akan memberikan dampak positif yang signifikan. Beberapa cara masyarakat dapat terlibat antara lain:
- Partisipasi dalam pelatihan dan pengembangan keterampilan
- Keterlibatan dalam pengelolaan fasilitas wisata
- Pemasaran produk lokal kepada wisatawan
- Penyediaan layanan yang ramah dan berkualitas
- Promosi kearifan lokal kepada pengunjung
Dengan melibatkan masyarakat, tidak hanya akan menciptakan rasa memiliki terhadap destinasi wisata, tetapi juga akan memberikan mereka kesempatan untuk meningkatkan pendapatan melalui sektor pariwisata. Hal ini sejalan dengan visi Pemkab Rejang Lebong untuk menjadikan DMHB sebagai salah satu ikon pariwisata yang berkelanjutan.
Pemasaran dan Promosi Destinasi
Strategi pemasaran yang efektif juga menjadi kunci dalam menarik lebih banyak wisatawan ke DMHB. Penggunaan media sosial dan platform digital dapat dimanfaatkan untuk mempromosikan keindahan dan keunikan DMHB. Selain itu, kerja sama dengan agen perjalanan dan influencer dapat membantu meningkatkan visibilitas destinasi ini.
Pemkab juga perlu mengadakan berbagai acara dan festival yang menarik untuk menggugah minat wisatawan. Acara seperti festival budaya, lomba perahu, atau pasar malam dapat menjadi daya tarik tambahan bagi pengunjung.
Menjaga Keberlanjutan Lingkungan
Revitalisasi DMHB juga harus memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan. Upaya untuk menjaga ekosistem dan keindahan alam sekitar sangat penting untuk memastikan bahwa destinasi ini tetap menarik bagi generasi mendatang. Beberapa langkah yang bisa diambil termasuk:
- Penerapan prinsip pariwisata berkelanjutan
- Pendidikan lingkungan bagi pengunjung
- Pengelolaan sampah yang baik
- Pelestarian flora dan fauna lokal
- Ruang terbuka hijau untuk masyarakat
Dengan menjaga lingkungan, DMHB akan menjadi destinasi yang tidak hanya menarik, tetapi juga bertanggung jawab secara ekologis. Ini adalah bagian dari komitmen Pemkab Rejang Lebong untuk menciptakan pariwisata yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Kesimpulan
Revitalisasi Danau Mas Harun Bastari adalah langkah penting yang diambil oleh Pemkab Rejang Lebong untuk meningkatkan daya tarik destinasi wisata ini. Melalui perbaikan infrastruktur, peningkatan kualitas fasilitas, dan pelibatan masyarakat, diharapkan DMHB dapat menjadi ikon pariwisata yang unggul dan berkelanjutan. Dengan strategi yang tepat dan dukungan semua pihak, DMHB memiliki potensi besar untuk berkembang dan memberikan manfaat yang signifikan bagi perekonomian lokal.
➡️ Baca Juga: Kasus Videografer Amsal Sitepu Sebagai Ancaman Terhadap Kelangsungan Industri Kreatif Indonesia
➡️ Baca Juga: Mahasiswa Unair Asal Aceh Rayakan Lebaran di Surabaya Tanpa Mudik ke Kampung Halaman




