Jakarta – Sal Priadi telah resmi diumumkan sebagai pengisi soundtrack asli (OST) untuk film “Monster Pabrik Rambut”. Lagu yang ia bawakan berjudul “Kepala, Pundak, Kerja Lagi,” yang terinspirasi dari salah satu adegan dalam film yang disutradarai oleh Edwin. Selain sebagai penyanyi, Sal juga berperan sebagai karakter bernama Rudi. Menurut Sal, ada momen di mana ia menyanyikan sedikit bagian dari lagu tersebut sambil bergumam dalam sebuah adegan. Hal ini memicu sutradara Edwin untuk mengembangkan gumaman tersebut menjadi sebuah karya utuh. Dalam prosesnya, Sal dipilih untuk menjadi pencipta sekaligus penyanyi dari lagu “Kepala, Pundak, Kerja Lagi.”
Proses Kreatif yang Berkesan
Dalam perjalanan kreatifnya, Sal Priadi berusaha membayangkan suasana yang mencekam yang ada di dalam film “Monster Pabrik Rambut”. Ia menganggap penciptaan lagu ini sebagai pengalaman yang sangat berkesan. “Aku mencoba membayangkan situasi yang terjadi di film, berperan dan menyampaikan pesan yang ingin disampaikan,” ungkapnya.
Karya ini juga menjadi pengalaman pertama Sal bekerja sama dengan produser musik elektronik, Attila Syah. Dalam kolaborasi ini, mereka memiliki beberapa gagasan unik yang ingin disampaikan melalui aransemen lagu. “Kami berusaha menghadirkan bunyi-bunyian industri yang menciptakan suasana pabrik, termasuk langkah drum yang mendayu-dayu,” jelas Sal Priadi.
Sentuhan Satire dalam Lirik
Dalam hal penulisan lirik, Sal menjelaskan bahwa kata-kata yang dipilih menggambarkan solidaritas dan kebersamaan di kalangan pekerja pabrik. “Saat menulis, hal itu selalu muncul di pikiranku. Seperti mars pabrik yang menjadi referensiku,” tambahnya. Pemilihan judul “Kepala, Pundak, Kerja Lagi” merupakan pendekatan satire yang diharapkan dapat menjangkau pendengar dan penonton dengan cara yang lebih menarik.
Lagu “Kepala, Pundak, Kerja Lagi” sudah bisa dinikmati di berbagai platform streaming musik digital mulai 29 April 2026.
Sinopsis Film “Monster Pabrik Rambut”
Film “Monster Pabrik Rambut” mengisahkan tentang perjuangan dua karakter, Putri (diperankan oleh Rachel Amanda) dan Ida (diperankan oleh Lutesha), yang berusaha menyelidiki kematian misterius ibu mereka yang bekerja di sebuah pabrik rambut. Penyelidikan ini mengungkapkan kengerian yang tersembunyi di balik sistem kerja yang tidak manusiawi. Film yang dijadwalkan tayang pada 4 Juni 2026 ini juga dibintangi oleh Iqbaal Ramadhan, Kev Luqman, dan seniman legendaris Didik Nini Thowok.
Makna di Balik Judul “Kepala, Pundak, Kerja Lagi”
Judul lagu “Kepala, Pundak, Kerja Lagi” tidak hanya sekadar permainan kata, melainkan juga mencerminkan realitas pekerja di pabrik. Sal Priadi mengungkapkan bahwa lagu ini adalah cerminan dari pengorbanan dan dedikasi para pekerja yang sering kali terabaikan. Dalam konteks film, lirik tersebut bisa diartikan sebagai seruan untuk tetap berjuang meski dalam situasi yang sulit.
Kolaborasi yang Menarik
Kerja sama antara Sal Priadi dan Attila Syah menghasilkan aransemen yang tidak hanya inovatif, tetapi juga menyentuh aspek emosional para pendengarnya. Keduanya berkomitmen untuk menciptakan nuansa yang sesuai dengan tema film, menggabungkan elemen-elemen musik yang dapat menggambarkan suasana pabrik yang dingin dan menakutkan.
Respon terhadap Lagu dan Film
Sejak diluncurkannya lagu “Kepala, Pundak, Kerja Lagi”, banyak pendengar yang memberikan respon positif. Mereka mengapresiasi lirik yang menyentuh dan melodi yang kuat. Lagu ini dianggap mampu menangkap nuansa film serta pesan yang ingin disampaikan. Penonton merasa terhubung dengan cerita yang diangkat, membuat lagu ini menjadi salah satu yang dinantikan untuk dibawakan secara langsung.
Pesan Sosial dalam Karya Seni
Melalui lagu ini, Sal Priadi dan tim ingin menyampaikan pesan penting mengenai kondisi pekerja di industri pabrik. Mereka berharap dapat mendorong diskusi mengenai hak-hak pekerja dan kondisi kerja yang manusiawi. “Kami ingin agar pendengar dapat merasakan empati terhadap mereka yang bekerja keras dalam kondisi yang tidak ideal,” tambah Sal.
Pentingnya Original Soundtrack dalam Film
Original soundtrack (OST) memiliki peran yang sangat vital dalam mendukung narasi film. Musik dapat menambah kedalaman emosional serta membantu penonton memahami karakter dan konflik yang ada. Dengan adanya lagu “Kepala, Pundak, Kerja Lagi”, film “Monster Pabrik Rambut” diharapkan dapat menawarkan pengalaman yang lebih mendalam bagi penonton.
Peran Musik dalam Membangun Atmosfer
Dalam film, musik berfungsi sebagai jembatan antara cerita dan pembaca. Melalui alunan nada, penonton dapat merasakan ketegangan, kegembiraan, atau kesedihan dari setiap adegan. Lagu Sal Priadi diharapkan mampu menghadirkan atmosfer yang tepat serta mendukung pengembangan cerita secara keseluruhan.
Kesimpulan
Dengan peluncuran lagu “Kepala, Pundak, Kerja Lagi”, Sal Priadi menunjukkan kemampuannya dalam menciptakan karya yang tidak hanya enak didengar tetapi juga bermakna. Lagu ini mencerminkan realitas pekerja dengan pendekatan yang unik dan satir, memberikan suara bagi mereka yang sering kali terabaikan. Simak lagu ini di platform musik digital dan nantikan penayangan film “Monster Pabrik Rambut” yang dijadwalkan tayang pada 4 Juni 2026.
➡️ Baca Juga: Lipstik Tahan Lama untuk Lebaran: Tetap Tampil Mempesona Meski Sudah Makan Ketupat!
➡️ Baca Juga: Ancol Tawarkan Beragam Hiburan Menarik untuk Pengunjung Selama Liburan Lebaran
