Solusi Efektif Mengatasi Rob Demak Telah Ditemukan

Penduduk Demak, terutama di wilayah Bonang, telah lama merasakan penderitaan akibat banjir rob yang konsisten merendam kawasan mereka. Namun, tampaknya ada cahaya di ujung terowongan. Solusi efektif mengatasi rob demak telah ditemukan dan segera akan diterapkan.
Solusi Strategis dari Wakil Gubernur Jawa Tengah
Taj Yasin Maimoen, Wakil Gubernur Jawa Tengah, menegaskan bahwa penanganan rob di Desa Purworejo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak akan menjadi prioritas. Salah satu cara yang akan dilakukan adalah melalui normalisasi sungai dan pembangunan infrastruktur perikanan.
Infrastruktur perikanan yang akan dibangun mencakup tempat pelelangan ikan (TPI) dan dermaga apung. Taj Yasin memilih pembangunan dermaga apung karena kawasan nelayan di Dukuh Kongsi, Desa Purworejo kerap terendam oleh air pasang. Ini membuat dermaga konvensional sulit digunakan secara maksimal.
Anggaran dan Realisasi Pembangunan
Diketahui bahwa anggaran untuk pembangunan TPI dan dermaga apung sebenarnya telah tersedia. Saat ini, pemerintah provinsi hanya perlu mendorong percepatan realisasi pembangunan agar dampak positifnya segera dapat dirasakan oleh masyarakat.
Namun, Taj Yasin menekankan peran penting pemerintah desa dalam mempercepat proses pengajuan. Dengan ini, lelang dan pengerjaan fisik melalui APBD dapat segera dilakukan. “Saya minta dari desa ada percepatan usulan, supaya kita bisa mendorong biro APBJ (Administrasi Pengadaan Barang dan Jasa) segera lelang dan pengerjaannya bisa segera dilakukan,” ujarnya.
Kondisi Rob di Desa Purworejo
Rifqi Salafudin, Kepala Desa Purworejo, mengungkapkan bahwa kondisi rob di wilayah tersebut sempat mencapai puncaknya pada tahun 2024. Pada saat itu, hampir seluruh wilayah desa terendam air pasang. Meskipun pengurukan telah dilakukan pada tahun 2025 dan berhasil mengurangi genangan, dermaga masih bisa terendam hingga sekitar satu meter saat air pasang tinggi.
Dampak Rob pada Aktivitas Ekonomi Warga
Kondisi ini berdampak langsung pada aktivitas ekonomi warga. Nelayan mengalami kesulitan dalam mendistribusikan hasil tangkapan ke TPI karena kendaraan pengangkut tidak dapat masuk akibat akses yang tergenang rob. Oleh karena itu, masyarakat berharap pembangunan dermaga apung dapat segera direalisasikan sebagai solusi jangka panjang bagi aktivitas nelayan.
Pembangunan Dermaga dan Perlindungan Akses Darat
Rifqi juga berharap, pembangunan nantinya tidak hanya berfokus pada dermaga apung, tetapi turut memperhatikan perlindungan akses darat agar kendaraan roda empat tetap dapat menjangkau area pendaratan ikan. “Teknologi dermaga apung harus dibarengi dengan proteksi akses darat agar kendaraan roda empat tetap bisa masuk menjemput hasil laut. Kami ingin mengetahui teknisnya secara detail dulu. Jangan sampai hanya apung saja yang dibangun, tetapi daratannya semakin hilang,” ujarnya.
Ia berharap, pembangunan tersebut menjadi solusi nyata bagi masyarakat pesisir sekaligus mampu mempertahankan sisa daratan desa yang terus tergerus rob.
➡️ Baca Juga: Samsung menjanjikan 120 game dapat dimainkan melalui teknologi monitor 3D tanpa kacamata tahun ini
➡️ Baca Juga: Kemendikdasmen Persiapkan Sertifikasi Bahasa Asing bagi 100 Ribu Siswa SMK: Upaya Optimasi Kualitas Pendidikan


