slot depo 10k slot depo 10k
Properti

Proyeksi Positif Properti 2026: Temukan Sektor Paling Tangguh di Pasar

Jakarta – Dalam laporan terbaru mengenai pasar properti yang dirilis oleh Colliers Indonesia, terdapat indikasi yang menggembirakan terkait pemulihan sektor properti pada awal tahun 2026. Beberapa subsektor menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan yang positif. Ferry Salanto, sebagai Kepala Riset Colliers Indonesia, menjelaskan bahwa permintaan ruang perkantoran mulai menunjukkan tren yang baik, terutama dalam segmen premium. Di sisi lain, sektor ritel menunjukkan perubahan, di mana penyewa kini lebih memilih efisiensi dengan memilih mal yang memiliki tingkat kunjungan tinggi meskipun dengan ukuran ruang yang lebih kecil. Dalam sektor residensial, sekitar 60 persen dari total transaksi yang terjadi pada kuartal pertama 2026 didorong oleh apartemen yang siap huni.

Perkembangan Subsektor Properti di Kuartal I-2026

Berikut adalah perkembangan terkini dari berbagai subsektor properti yang diamati selama kuartal pertama tahun 2026:

1. Perkantoran

Perusahaan-perusahaan mulai aktif menjajaki opsi ruang kantor meskipun masih dalam tahap penyesuaian antara kebutuhan dan harga sewa. Tren efisiensi ruang semakin menonjol seiring dengan penyesuaian struktur organisasi yang lebih ramping. Permintaan kini banyak didominasi oleh relokasi penyewa yang mencari ruang yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka. Selain itu, sertifikasi bangunan ramah lingkungan (green building) menjadi pilihan utama, terutama bagi perusahaan-perusahaan multinasional yang semakin sadar akan pentingnya keberlanjutan.

2. Apartemen

Pada kuartal pertama tahun 2026, pasokan apartemen baru tercatat sekitar 200 unit, yang setara dengan 10 persen dari total proyeksi tahunan. Jakarta Selatan masih menjadi penyumbang utama, menyuplai sekitar 60 persen dari total pasokan baru. Penjualan mengalami pertumbuhan moderat, didorong oleh insentif PPN yang ditanggung pemerintah. Transaksi dalam proyek konstruksi masih didominasi oleh segmen mewah, sementara harga apartemen tetap stabil.

3. Ritel

Sektor ritel masih menghadapi sejumlah tantangan. Namun, segmen makanan dan minuman, hiburan, olahraga, serta kecantikan mencatatkan kinerja yang positif. Di sisi lain, sektor fesyen mengalami tekanan akibat persaingan dari usaha kecil dan menengah (UMKM) serta perubahan perilaku belanja Generasi Z yang lebih selektif dan cenderung berbelanja secara online. Strategi yang diambil oleh para retailer pun mengalami perubahan, dengan fokus pada pembukaan toko yang lebih kecil, masa sewa yang lebih pendek, serta peningkatan efisiensi operasional.

4. Perhotelan

Kinerja industri perhotelan di awal tahun 2026 masih tertekan, terpengaruh oleh ketegangan geopolitik yang berdampak pada aktivitas MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) serta kunjungan internasional. Pelaku industri mulai mengalihkan fokus mereka ke pasar domestik dan kawasan Asia Pasifik. Kreativitas dan fleksibilitas dalam operasional menjadi kunci bagi pelaku usaha untuk tetap mempertahankan kinerja. Di Bali, pasar hotel juga menunjukkan perlambatan akibat turunnya jumlah wisatawan domestik dan internasional. Namun, tren pengalaman mewah yang berbasis privasi diperkirakan akan menjadi arah baru bagi industri ini.

5. Logistik

Sektor logistik muncul sebagai salah satu yang paling resilien dengan tingkat hunian mencapai 95,8 persen, dan diperkirakan akan mendekati 99 persen pada akhir tahun 2026. Permintaan kini semakin beragam, tidak hanya berasal dari e-commerce dan penyedia logistik pihak ketiga (3PL), tetapi juga dari sektor barang konsumsi cepat saji (FMCG), elektronik, farmasi, hingga kendaraan listrik. Kondisi ini semakin memperkuat prospek jangka panjang sektor logistik sebagai pilar utama untuk distribusi dan rantai pasokan nasional.

Dengan adanya proyeksi positif properti 2026, para pelaku industri diharapkan mampu memanfaatkan momentum ini dengan baik. Sektor-sektor yang menunjukkan ketahanan dan pertumbuhan tentunya memberikan harapan baru bagi pemulihan pasar properti secara keseluruhan. Melalui strategi yang tepat dan penyesuaian terhadap kebutuhan pasar, diharapkan sektor properti dapat terus beradaptasi dan berkembang di tahun-tahun mendatang.

➡️ Baca Juga: Cek Daftar Penerima BLT Dana Desa Tahap 2 Tahun 2026 untuk Informasi Terbaru

➡️ Baca Juga: Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang Hampir 100 Persen, Kata Presiden

Related Articles

Back to top button