Pemprov DKI dan PAM Jaya Targetkan 100% Penyediaan Air Bersih pada 2029

Penyediaan air bersih di Jakarta merupakan isu krusial yang terus menjadi sorotan. Pada tahun 2029, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan untuk mencapai 100% cakupan layanan air bersih melalui jaringan perpipaan. Target ini dimajukan dari rencana awal yang ditetapkan pada tahun 2030. Dengan adanya langkah ini, diharapkan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi secara merata dan efisien di seluruh wilayah ibu kota.
Pemprov DKI Jakarta Mempercepat Proyek Air Bersih
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menginstruksikan PAM Jaya untuk mempercepat pembangunan infrastruktur terkait penyediaan air bersih. Dalam upaya ini, ia menekankan pentingnya agar setiap warga Jakarta dapat merasakan manfaat dari layanan air bersih yang optimal. Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang semakin meningkat seiring pertumbuhan populasi dan urbanisasi di Jakarta.
Pernyataan Gubernur
Dalam sebuah acara peresmian, Pramono Anung menyampaikan, “Saya sudah meminta kepada jajaran Pemprov Jakarta dan juga Direktur Utama PAM Jaya agar target penyediaan air bersih di Jakarta dapat terpenuhi pada tahun 2029. Meskipun sebelumnya ditetapkan pada tahun 2030, saya yakin kita bisa mencapainya lebih cepat.” Pernyataan ini disampaikan bersamaan dengan peresmian dua reservoir komunal di kawasan Tambora dan Gandaria Utara, serta penyerahan Kartu Air Sehat di Rusunawa Tambora, Jakarta Barat.
Progres Cakupan Layanan Air Bersih
Sampai Agustus 2026, cakupan layanan air minum perpipaan di Jakarta telah mencapai angka 82%. PAM Jaya menargetkan angka ini meningkat menjadi 86% pada akhir tahun 2026 sebagai langkah awal menuju pencapaian penuh pada tahun 2029. Progres ini menunjukkan komitmen PAM Jaya untuk memperluas akses air bersih bagi masyarakat yang saat ini belum terlayani dengan baik.
Pengembangan Infrastruktur Jaringan Pipa
Untuk mencapai target tersebut, PAM Jaya berencana untuk membangun sekitar 7.000 kilometer (km) jaringan pipa baru. Dengan tambahan ini, total panjang jaringan perpipaan di Jakarta akan meningkat dari sekitar 13.000 km menjadi 20.000 km. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat distribusi air bersih ke seluruh lapisan masyarakat.
Membangun dan Memperbaiki Jaringan Lama
Akhmad Santika, Direktur Teknik PAM Jaya, menegaskan bahwa pembangunan jaringan baru akan dilakukan secara masif dalam beberapa tahun ke depan. Dalam proses ini, revitalisasi jaringan pipa lama yang sebagian besar telah berusia lebih dari seratus tahun juga akan dilaksanakan. Pembaruan ini sangat penting untuk memastikan bahwa distribusi air dapat berjalan dengan lebih optimal.
Strategi Pembangunan
Akhmad menambahkan, “Pekerjaan pembangunan jaringan ke depan akan semakin masif.” Fokus utamanya adalah memperluas akses air bersih kepada masyarakat yang saat ini belum mendapatkan layanan perpipaan secara optimal. Dengan demikian, diharapkan setiap warga Jakarta dapat mendapatkan akses yang memadai terhadap air bersih.
Meningkatkan Sambungan Rumah
PAM Jaya juga berupaya menambah jumlah sambungan rumah untuk memperluas akses bagi pelanggan. Sepanjang tahun 2025, perusahaan ini berhasil menambah 206.537 sambungan rumah, yang membuat PAM Jaya meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas pencapaian penyambungan pipa air minum kepada pelanggan terbanyak dalam satu tahun.
Tantangan Ketersediaan Air Baku
Meskipun pembangunan jaringan pipa terus dipacu, tantangan lain muncul dari ketersediaan air baku. Saat ini, volume pasokan air yang tersedia masih lebih rendah dibandingkan dengan kebutuhan untuk melayani seluruh wilayah ibu kota. Oleh karena itu, PAM Jaya berkomitmen untuk mencari solusi agar semua warga Jakarta bisa mendapatkan akses air bersih yang memadai.
Peningkatan Kualitas Layanan Air Bersih
Saat ini, PAM Jaya mendistribusikan air dengan volume sekitar 22.000 liter per detik (L/s). Namun, untuk mencapai cakupan layanan 100%, dibutuhkan sekitar 33.000 L/s. Hal ini menunjukkan adanya selisih pasokan yang harus segera dipenuhi agar semua warga bisa mendapatkan layanan air bersih yang optimal.
Strategi Pemenuhan Kebutuhan Air Baku
Gatra Vaganza, Senior Manager Corporate & Customer Communication PAM Jaya, menjelaskan bahwa progres perluasan layanan dilakukan secara bertahap, mengikuti peningkatan supply air dari sumber-sumber baku. Oleh karena itu, Pemprov DKI tidak hanya berfokus pada pembangunan jaringan dalam kota, tetapi juga menjajaki tambahan sumber air baku dari wilayah sekitar Jakarta.
Kerjasama untuk Pengembangan Sumber Air Baku
Salah satu upaya yang dilakukan adalah menjalin kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Banten melalui pengembangan Bendung Polor. Selain itu, Jakarta juga mengandalkan peningkatan pasokan dari Waduk Jatiluhur dan Waduk Karian untuk membantu memenuhi kebutuhan air baku dalam jangka panjang. Kerjasama ini diharapkan dapat meningkatkan ketersediaan air bersih untuk masyarakat Jakarta.
Dengan berbagai langkah strategis yang diambil, Pemprov DKI Jakarta dan PAM Jaya menunjukkan komitmen yang kuat untuk mencapai target penyediaan air bersih 2029. Tantangan yang ada akan terus dihadapi dengan tekad dan inovasi demi kesejahteraan warga Jakarta.
➡️ Baca Juga: Berita Terkini: Vidi Aldiano Tutup Usia, Dunia Musik Indonesia Berduka
➡️ Baca Juga: 20 Negara Bersinergi Amankan Pelayaran Strategis di Selat Hormuz




