Airlangga Minta Perusahaan Bayar Uang Saku Magang 20–30 Persen, Skema Baru Diperhatikan

Dalam era di mana magang menjadi langkah penting bagi para pencari kerja, perhatian terhadap uang saku magang menjadi semakin penting. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, baru-baru ini mengusulkan agar perusahaan berkontribusi terhadap uang saku bagi peserta Magang Nasional. Usulan ini muncul seiring dengan pelaksanaan tahap kedua program magang, di mana perusahaan diharapkan untuk menanggung 20–30 persen dari total uang saku. Dengan langkah ini, diharapkan beban yang ditanggung oleh pemerintah dapat berkurang, dan perusahaan juga berperan aktif dalam mendukung pengembangan bakat muda.
Permintaan Airlangga untuk Perusahaan
Dalam sebuah acara di Jakarta, Airlangga menjelaskan bahwa perusahaan diharapkan dapat berbagi beban dengan pemerintah terkait uang saku magang. “Kami minta mereka (perusahaan) sharing (beban uang saku). Ya, 20–30 persen ditanggung korporasi,” ungkapnya. Langkah ini diharapkan dapat mendorong kolaborasi antara sektor publik dan swasta dalam mempersiapkan generasi muda yang terampil dan siap bekerja.
Pembagian Beban Uang Saku
Airlangga menekankan pentingnya pembagian beban ini dengan menyatakan bahwa pada tahap pertama, pemerintah sudah menanggung sepenuhnya, yaitu 100 persen, dari uang saku peserta. “Burden sharing (pembagian beban) harus kita dorong. Kalau kemarin kan 100 persen dibayar pemerintah,” tuturnya. Dengan skema baru ini, diharapkan lebih banyak perusahaan yang terlibat aktif dalam program magang, serta meningkatkan kualitas pengalaman yang diperoleh peserta.
Update Program Magang Nasional
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, baru-baru ini menutup pelaksanaan program Magang Nasional 2025 Tahap I yang telah berlangsung sejak 20 Oktober 2025 hingga 19 April 2026. Program ini berhasil menarik banyak peserta, dengan total 16.112 yang terdaftar, terdiri dari 14.952 peserta pada tahap 1A dan 1.160 peserta pada tahap 1B.
Statistik Peserta Magang
Meski demikian, dalam perjalanannya, jumlah peserta aktif mengalami penurunan. Saat ini, tercatat ada 11.110 peserta aktif untuk tahap 1A dan 839 untuk tahap 1B, sehingga total peserta aktif mencapai 11.949 orang. Ini menunjukkan bahwa meskipun banyak yang mendaftar, tidak semua peserta dapat menyelesaikan program hingga akhir.
- Total peserta terdaftar: 16.112
- Peserta aktif tahap 1A: 11.110
- Peserta aktif tahap 1B: 839
- Total peserta aktif: 11.949
- Durasi program: 6 bulan
Pemberian Sertifikat dan Surat Keterangan
Peserta yang berhasil menyelesaikan program magang selama enam bulan akan mendapatkan sertifikat magang. Sementara itu, bagi peserta yang mengikuti program lebih dari tiga bulan namun kurang dari enam bulan, akan diberikan surat keterangan. Ini menjadi salah satu bentuk pengakuan terhadap usaha dan komitmen peserta dalam mengikuti program.
Usulan Kontribusi Perusahaan
Lebih lanjut, Yassierli menyampaikan bahwa pihaknya sedang mengkaji usulan untuk melibatkan perusahaan dalam kontribusi uang saku bagi peserta Magang Nasional. Hal ini sejalan dengan upaya untuk meningkatkan keterlibatan perusahaan dalam pembinaan peserta magang. “Kita sedang mengkaji untuk melibatkan perusahaan lebih aktif, sehingga sudah mulai ada usulan nanti uang sakunya itu harus ada share kontribusi dari perusahaan, walaupun tidak dominan,” jelasnya.
Pentingnya Keterlibatan Perusahaan
Keterlibatan perusahaan dalam program magang tidak hanya mengurangi beban pemerintah, tetapi juga memberikan pengalaman praktis yang lebih baik bagi para peserta. Ketika perusahaan berkontribusi terhadap uang saku magang, mereka secara langsung berinvestasi pada calon tenaga kerja yang mungkin akan bergabung dengan mereka di masa depan.
Keuntungan bagi Perusahaan
Berpartisipasi dalam program magang menawarkan beberapa keuntungan bagi perusahaan, antara lain:
- Mendapatkan tenaga kerja yang terampil dan siap pakai.
- Menjalin hubungan baik dengan institusi pendidikan.
- Meningkatkan citra perusahaan di mata masyarakat.
- Memperoleh ide dan perspektif baru dari generasi muda.
- Menemukan kandidat potensial untuk rekrutmen di masa depan.
Kesimpulan
Melalui pendekatan baru ini, diharapkan program Magang Nasional dapat menjadi lebih berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi semua pihak. Dengan partisipasi aktif dari perusahaan dalam menanggung sebagian uang saku magang, diharapkan kualitas magang dapat meningkat dan lebih banyak peserta yang mendapatkan pengalaman berharga untuk memasuki dunia kerja. Inisiatif ini merupakan langkah positif dalam mempersiapkan generasi muda untuk tantangan di masa depan.
➡️ Baca Juga: Pemerintah Kabupaten Banyuwangi Melestarikan Sego Lemeng dan Kopi Uthek, Kuliner Osing yang Unik
➡️ Baca Juga: Lisa BLACKPINK Tampil Menawan dengan Batik di Bali, Lihat Potret Terbaiknya




