Ungkap Jejak Sejarah Masjid Kramat Nurul Hidayah di Suket Duwur Melalui Video Dokumentasi

Di tengah gemuruh kota Cirebon, terletak sebuah peninggalan bersejarah yang masih terjaga sampai hari ini, yaitu Masjid Kramat Nurul Hidayah di Suket Duwur. Menjadi pusat kegiatan keagamaan bagi warga, suasana Ramadan di masjid ini selalu meriah dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang terdengar hingga malam hari.
Jejak Sejarah Masjid Kramat Nurul Hidayah
Masjid Kramat Nurul Hidayah terletak di RT 04 RW 10, Suket Duwur, Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon. Menurut cerita orang-orang tua di sana, masjid ini dibangun sekitar tahun 1938 dan rampung pada awal dekade 1940-an. Pada masa itu, wilayah tersebut masih berada di bawah pengaruh Keraton Cirebon.
Pada awalnya, ukuran masjid ini hanya sekitar 9×9 meter. Namun, seiring berjalannya waktu, masjid ini diperluas untuk menampung lebih banyak jemaah.
Keunikan Arsitektur Masjid
Meski telah mengalami perluasan, sejumlah bagian asli masjid ini tetap dipertahankan. Salah satunya adalah empat tiang saka di bagian dalam masjid yang telah menjadi penopang utama bangunan sejak pertama kali didirikan.
Desain atap dan struktur utama bangunan juga masih mempertahankan ciri khas arsitektur masjid tua di Cirebon, yang menggunakan konstruksi kayu dan desain sederhana namun tangguh.
Misteri Sumur Tua
Selain itu, di area masjid ini juga terdapat sebuah sumur tua yang dikenal oleh warga sebagai sumur kramat. Konon, sumur ini sudah ada sebelum masjid didirikan dan hingga kini masih sering didatangi oleh warga.
Beberapa warga meyakini bahwa air dari sumur tersebut memiliki kegunaan tertentu, sehingga tidak jarang pengunjung datang untuk mandi atau mengambil air, terutama pada malam Jumat Kliwon.
Namun, bagi warga sekitar, sumur dan masjid ini lebih dikenal sebagai bagian dari sejarah dan tradisi yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.
Pusat Kegiatan Keagamaan
Hingga saat ini, Masjid Kramat Nurul Hidayah tetap menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat, terutama saat bulan Ramadan. Pada saat itu, masjid dipenuhi jemaah yang hendak melaksanakan ibadah tarawih dan tadarus Al-Qur’an.
Di tengah perkembangan kota yang pesat, Masjid Kramat Nurul Hidayah tetap tegak berdiri sebagai simbol tradisi dan kehidupan religius masyarakat Suket Duwur dan Kali Lunyu, menjaga jejak sejarah yang menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas mereka.
➡️ Baca Juga: Hello world!
➡️ Baca Juga: Pemerintah Tawarkan Insentif Konversi dari Motor Bensin ke Motor Listrik

