Wamendag Dyah Roro Memeriksa Harga Pangan di Pasar Mayestik Menjelang Lebaran 1447 H

Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, stabilitas harga pangan menjadi perhatian penting bagi masyarakat. Di tengah antusiasme menyambut Lebaran, Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri melakukan kunjungan langsung ke Pasar Mayestik, Jakarta Selatan. Kunjungan ini bertujuan untuk memantau kondisi pasokan dan harga pangan strategis, serta memastikan bahwa kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.

Pemantauan Langsung Harga Pangan

Pada Selasa pagi, Dyah Roro menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memantau harga bahan pokok menjelang Lebaran. “Kami terus memantau harga di lapangan. Bersama Pak Menteri Perdagangan Budi Santoso, kami membagi tugas untuk mengecek beberapa wilayah. Hari ini saya berada di Pasar Mayestik,” ungkapnya.

Dalam peninjauan ini, Dyah Roro didampingi oleh I Gusti Ketut Astawa, Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), serta Elisabeth Ratu Rante Allo, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen pemerintah untuk memonitor harga dan memastikan ketersediaan bahan pangan yang cukup bagi masyarakat.

Harga Telur Ayam dan Sumber Pasokan

Salah satu komoditas yang diperiksa adalah telur ayam. Di Pasar Mayestik, harga telur ayam tercatat sekitar Rp32.000 per kilogram, sedikit lebih tinggi dari harga acuan penjualan yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp30.000 per kilogram. Sebelumnya, harga telur berada pada kisaran Rp30.000 hingga Rp31.000 per kilogram, sehingga ada peningkatan yang perlu diperhatikan.

Pedagang di pasar menyampaikan bahwa pasokan telur sebagian besar berasal dari daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur, seperti Solo dan Blitar. Hal ini menunjukkan pentingnya jaringan distribusi yang baik untuk menjaga stabilitas harga di pasar.

Analisis Harga Cabai dan Disparitas Pasar

Selanjutnya, Dyah Roro juga mengecek harga cabai. Cabai merah keriting dijual seharga Rp80.000 per kilogram, sementara cabai rawit merah mencapai Rp120.000 per kilogram. Harga ini jauh di atas kisaran harga acuan yang ditetapkan pemerintah, yaitu Rp40.000 hingga Rp57.000 per kilogram. Namun, ada perbedaan harga yang mencolok di antara pedagang, di mana beberapa lapak menjual cabai dengan harga lebih rendah, antara Rp37.000 hingga Rp55.000 per kilogram. Hal ini menunjukkan adanya disparitas harga di dalam pasar, yang perlu ditangani agar tidak merugikan konsumen.

Harga Daging Sapi di Pasar Mayestik

Dalam kunjungan ini, Dyah Roro juga mencermati harga daging sapi. Daging sapi kualitas standar dijual pada kisaran Rp140.000 per kilogram, sedangkan untuk kualitas premium, harga mencapai antara Rp150.000 hingga Rp160.000 per kilogram. Kenaikan harga daging sapi menjelang Lebaran ini menjadi perhatian, mengingat daging merupakan salah satu komoditas utama yang banyak dicari saat perayaan.

Ketersediaan Minyak Goreng dan Stabilitas Harganya

Selain itu, harga minyak goreng merek MinyaKita juga menjadi fokus perhatian. Minyak goreng ini dijual pada harga sekitar Rp15.700 per liter, sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah. Dyah Roro menegaskan bahwa Kementerian Perdagangan berperan aktif dalam mengawasi harga minyak melalui pengaturan stok dan distribusi, sehingga kestabilan harga dapat terjaga di tingkat konsumen.

Kebijakan Baru untuk Pengawasan Distribusi Pangan

Pemerintah baru-baru ini menerapkan peraturan baru melalui Peraturan Menteri Perdagangan. Aturan ini mewajibkan minimal 35 persen distribusi pangan dari komoditas MinyaKita berasal dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN), seperti Bulog dan ID Food. Kebijakan ini bertujuan untuk memperkuat pengawasan distribusi dan memastikan pasokan pangan strategis dapat dimonitor secara lebih intensif oleh pemerintah.

Langkah ini diharapkan dapat mencegah lonjakan harga yang tidak wajar, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan seperti Lebaran. Kementerian Perdagangan berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga agar tidak memberatkan masyarakat.

Strategi Pemantauan Harga Pangan

Kementerian Perdagangan juga mengandalkan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) untuk memantau harga secara harian di 514 kabupaten dan kota. Sistem ini berfungsi sebagai dasar pengambilan kebijakan dalam pengendalian harga pangan. Dengan pemantauan yang intensif, diharapkan pemerintah dapat mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga kestabilan harga di pasar.

Stok Pangan Nasional dan Komitmen Pemerintah

Wamendag Dyah Roro memastikan bahwa stok pangan nasional dalam kondisi aman hingga pasca Lebaran. Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau distribusi dan harga pangan guna menjaga stabilitas dan melindungi daya beli masyarakat. Dalam konteks ini, penting bagi semua pihak untuk berkolaborasi demi tercapainya kestabilan harga dan ketersediaan pangan yang merata.

Dengan langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah, diharapkan masyarakat dapat menjalani perayaan Idul Fitri dengan tenang tanpa khawatir akan ketersediaan pangan. Kunjungan Wamendag Dyah Roro ke Pasar Mayestik menjadi simbol perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan.

➡️ Baca Juga: Mengokohkan Fondasi Masa Depan Generasi Indonesia: Satu Tahun Penuh Dedikasi Danantara Indonesia

➡️ Baca Juga: AS Tenggelamkan 16 Kapal Ranjau Iran di Selat Hormuz

Exit mobile version