Wamendukbangga: Perempuan Sebagai Pilar Kesuksesan Indonesia Emas 2045

Jakarta – Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga) Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka mengungkapkan bahwa perempuan memainkan peran yang sangat vital sebagai pilar kesuksesan dalam upaya membangun generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Dalam konteks ini, perempuan tidak hanya dianggap sebagai bagian dari proses pembangunan, tetapi juga sebagai penggerak utama perubahan yang diharapkan oleh bangsa ini.

Peran Strategis Perempuan dalam Pembangunan

Dalam keterangan resmi yang disampaikan di Jakarta pada Minggu (03/5), Isyana menekankan pentingnya peran perempuan, khususnya para ibu, dalam memastikan generasi masa depan siap menghadapi tantangan yang ada. Selain itu, mereka juga diharapkan mendukung pelaksanaan berbagai program prioritas yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Isyana menjelaskan bahwa Indonesia saat ini tengah mengalami momentum krusial berupa bonus demografi. Hal ini ditandai dengan jumlah penduduk usia produktif yang lebih banyak dibandingkan dengan usia non-produktif. Untuk memanfaatkan kondisi ini secara optimal, pembangunan manusia yang berkualitas menjadi sangat penting.

Pendidikan dan Kualitas Sumber Daya Manusia

“Perempuan bukan sekadar bagian dari pembangunan; mereka merupakan penggerak utama perubahan. Ketika infrastruktur sudah diperkuat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama perempuan, menjadi hal yang sangat mendesak,” ujar Wamendukbangga Isyana, merujuk pada AstaCita keempat Presiden Prabowo Subianto.

Isyana juga menyoroti bahwa upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia sejalan dengan salah satu program prioritas pemerintah, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini ditujukan bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD (3B), sebagai langkah konkret untuk mempersiapkan generasi yang sehat dan berkualitas sejak dini.

Pembangunan dari Keluarga sebagai Unit Terkecil

Lebih lanjut, Isyana menjelaskan bahwa pembangunan bangsa harus dimulai dari unit terkecil, yaitu keluarga. Pembentukan Kemendukbangga/BKKBN yang akan diluncurkan pada Oktober 2024 merupakan bukti nyata komitmen pemerintah untuk memperkuat peran keluarga dalam pembangunan nasional.

“Peran perempuan dalam keluarga sangatlah penting, mulai dari mendidik anak-anak, merawat, hingga mengelola kehidupan rumah tangga,” tuturnya, menekankan tanggung jawab besar yang diemban oleh perempuan dalam konteks keluarga.

Tantangan Pengasuhan di Era Modern

Wamen Isyana menambahkan bahwa tantangan dalam pengasuhan anak semakin kompleks, terutama dengan pesatnya perkembangan teknologi dan dinamika sosial yang terus berubah. Oleh karena itu, orang tua diharapkan untuk selalu belajar dan beradaptasi dengan perubahan tersebut.

“Dunia terus bergerak, dan cara kita berkomunikasi juga mengalami perubahan. Orang tua harus mau terus belajar dan memperbarui pengetahuan mereka agar dapat mendampingi anak-anak dengan cara yang tepat,” ucap Wamendukbangga.

Program Berbasis Siklus Hidup untuk Masyarakat

Untuk menghadapi tantangan kependudukan, Kemendukbangga/BKKBN mengedepankan pendekatan berbasis siklus hidup dalam setiap program yang diluncurkan. Pendekatan ini memastikan bahwa intervensi dilakukan secara berkelanjutan mulai dari masa kehamilan hingga usia lanjut.

“Pendekatan yang kami terapkan dimulai dari dalam kandungan, balita, remaja, hingga lansia, dengan tujuan agar pembangunan manusia berlangsung secara utuh dan berkelanjutan,” jelas Wamendukbangga Isyana.

Pentingnya Perhatian terhadap Remaja dan Lansia

Isyana juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap kelompok remaja dan lansia dalam konteks pembangunan keluarga. Hal ini dikarenakan remaja saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, termasuk isu kesehatan mental. Selain itu, menjaga produktivitas lansia juga merupakan bagian penting dalam menyongsong bonus demografi.

“Remaja perlu memiliki ruang untuk berbagi dan menemukan solusi. Oleh karena itu, kami menyediakan wadah konseling agar mereka tidak merasa sendirian dalam menghadapi berbagai persoalan. Kita juga harus memastikan bahwa lansia tetap berdaya dan produktif, karena ini merupakan bagian dari apa yang kami sebut sebagai bonus demografi kedua,” tutup Wamendukbangga Isyana.

➡️ Baca Juga: Konser Badai Pasti Berlalu Hadirkan Nostalgia Karya Erros Djarot yang Menggugah

➡️ Baca Juga: Peringkat F1 Australia 2026: Kemenangan Absolut Russell, Antonelli dan Leclerc Mendominasi Podium

Exit mobile version