slot depo 10k slot depo 10k
Daerah

Warga Kalbar Tingkatkan Pengetahuan Transaksi Elektronik, QRIS Capai Rp6,5 Triliun

Pontianak – Pertumbuhan transaksi elektronik tanpa menggunakan uang tunai, atau yang lebih dikenal dengan istilah transaksi elektronik, telah mengalami perkembangan yang pesat di Kalimantan Barat. Dengan meningkatnya kebutuhan akan sistem pembayaran yang lebih efisien dan cepat, masyarakat mulai beralih ke metode ini secara luas.

Nilai Transaksi QRIS yang Meningkat Signifikan

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Barat (KPw BI Kalbar) melaporkan bahwa nilai transaksi yang dilakukan menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) telah mencapai angka fantastis sebesar Rp6,5 triliun hingga bulan Juni 2026. Ini mencerminkan peningkatan yang signifikan sebesar 112,04 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Kepala Perwakilan BI Kalbar, Doni Septadijaya, menjelaskan bahwa jumlah merchant yang memanfaatkan sistem QRIS hingga Juni 2026 telah mencapai 552.673, yang menunjukkan kenaikan 28,94 persen dibandingkan tahun lalu. Dari jumlah tersebut, sekitar 74,17 persen merupakan usaha mikro, yang menunjukkan bahwa pelaku usaha kecil semakin terbuka terhadap digitalisasi transaksi.

Penerimaan Masyarakat Terhadap Pembayaran Digital

Peningkatan ini menunjukkan bahwa masyarakat dan pelaku usaha di Kalimantan Barat semakin menerima dan menggunakan sistem pembayaran digital. Doni juga menekankan bahwa perkembangan ini merupakan tanda positif bagi masa depan transaksi elektronik di wilayah tersebut.

Volume Transaksi QRIS yang Menunjukkan Pertumbuhan

Selain nilai transaksi yang mengesankan, volume transaksi QRIS di Kalbar juga mencatat angka yang sangat baik. Hingga Juni 2026, tercatat sebanyak 62,9 juta transaksi QRIS telah dilakukan, yang tumbuh sebesar 131,97 persen secara tahunan. Ini menunjukkan bahwa semakin banyak orang yang beralih ke penggunaan QRIS untuk kegiatan sehari-hari mereka.

Jumlah pengguna QRIS juga mengalami peningkatan yang signifikan, dengan total 875,4 ribu pengguna. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 18,3 persen dibandingkan periode yang sama di tahun lalu, yang setara dengan sekitar 24 persen dari total populasi dewasa di Kalimantan Barat.

Inisiatif untuk Memperluas Penggunaan QRIS

Doni menambahkan bahwa peningkatan penggunaan QRIS terus didorong melalui berbagai inisiatif digitalisasi pembayaran di berbagai sektor. Misalnya, sistem QRIS telah diterapkan dalam transportasi darat melalui QRIS Tap DAMRI dan transportasi air melalui QRIS SAMPAN Bardan-Siantan. Selain itu, sektor ritel modern di Kabupaten Kubu Raya juga telah mengadopsi sistem ini.

Potensi Ekonomi Kreatif di Kalimantan Barat

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Kalbar, Ria Norsan, menyampaikan bahwa Kalimantan Barat memiliki potensi ekonomi kreatif yang sangat besar. Potensi ini terlihat pada subsektor kuliner, kriya, seni pertunjukan, seni musik, dan fesyen berbasis wastra daerah. Ia menekankan pentingnya mengembangkan potensi ini dengan melibatkan generasi muda agar dapat menciptakan produk yang berkualitas dan berdaya saing.

Norsan juga menyoroti bahwa selain pengembangan ekonomi kreatif, digitalisasi pembayaran menjadi elemen penting dalam memperkuat perekonomian daerah. Dengan semakin luasnya adopsi sistem pembayaran digital, diharapkan perekonomian Kalbar dapat tumbuh lebih pesat.

Pemerintah Mendorong Penggunaan QRIS

Melalui kegiatan Pekan QRIS Nasional (PQN) 2026, pemerintah daerah, baik kabupaten maupun kota, didorong untuk memperluas penggunaan QRIS dalam berbagai aspek layanan publik. Hal ini mencakup pembayaran pajak, retribusi, pasar, parkir, pariwisata, dan layanan publik lainnya yang memerlukan sistem pembayaran yang efektif.

Dukungan dari Industri Perbankan

Di tengah perkembangan yang pesat ini, industri perbankan juga diharapkan untuk terus menjaga keandalan sistem pembayaran yang ada. Mereka perlu memperluas edukasi digital kepada masyarakat serta memberikan dukungan bagi pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ini penting agar semua lapisan masyarakat dapat mengakses dan memanfaatkan layanan transaksi elektronik dengan baik.

  • Peningkatan nilai transaksi QRIS mencapai Rp6,5 triliun.
  • Jumlah merchant QRIS telah mencapai 552.673.
  • Volume transaksi QRIS tumbuh 131,97 persen menjadi 62,9 juta transaksi.
  • 875,4 ribu pengguna QRIS di Kalbar, setara 24 persen dari populasi dewasa.
  • Penerapan QRIS di berbagai sektor, termasuk transportasi dan ritel.

Dengan semua perkembangan ini, dapat disimpulkan bahwa Kalimantan Barat sedang berada di jalur yang tepat menuju digitalisasi transaksi yang lebih luas. Masyarakat dan pelaku usaha semakin menyadari manfaat dari sistem pembayaran elektronik, dan langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah serta dukungan dari industri perbankan akan semakin memperkuat ekosistem transaksi elektronik di daerah ini.

➡️ Baca Juga: Guru Bahasa Inggris di Indonesia Meningkatkan Kualitas dengan Standar Eropa yang Lebih Tinggi

➡️ Baca Juga: Lirik Lagu Terima Kasih – Naura Ayu, Memori Indah Masa Sekolah yang Tak Terlupakan

Related Articles

Back to top button