Kemenkum Kalsel Rayakan Hari Pengayoman dengan Bazar dan Fun Walk Bersama Pelaku UMKM

Peringatan Hari Pengayoman Ke-81 yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Kalimantan Selatan (Kemenkum Kalsel) menjadi momen istimewa yang tidak hanya dirayakan melalui seremoni formal, tetapi juga dengan melibatkan masyarakat secara langsung. Acara ini diwarnai dengan bazar dan Fun Walk yang menarik, mengundang partisipasi aktif dari pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan sekaligus memperkuat hubungan antara sektor hukum dan masyarakat. Dalam situasi di mana pelaku UMKM sangat membutuhkan dukungan, inisiatif ini menjadi penting untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha mereka.
Memperkuat Daya Saing UMKM di Kalimantan Selatan
Kepala Kanwil Kemenkum Kalsel, Alex Cosmas Pinem, menekankan pentingnya peran UMKM dalam perekonomian lokal. “Partisipasi dari pelaku UMKM yang kami bina selama ini merupakan bentuk dukungan nyata agar mereka lebih berdaya dan mampu bersaing,” ujarnya saat acara berlangsung di Banjarmasin. Hari Pengayoman bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga menjadi platform untuk memperkenalkan produk lokal unggulan kepada masyarakat.
Dengan menampilkan berbagai produk dari pelaku UMKM, acara ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal, menikmati, dan mendukung produk lokal. Hal ini sekaligus berkontribusi pada pengembangan dan pemberdayaan ekonomi lokal yang berkelanjutan.
Kolaborasi untuk Pengembangan UMKM
Kolaborasi antara Kemenkum Kalsel dan UMKM dalam rangka merayakan Hari Pengayoman mencerminkan komitmen bersama untuk mendorong pertumbuhan sektor ini. Langkah ini tidak hanya memberikan ruang bagi UMKM untuk berpromosi, tetapi juga menciptakan kesadaran akan pentingnya keberadaan mereka dalam perekonomian daerah.
- Meningkatkan visibilitas produk lokal
- Memberikan akses pasar bagi pelaku UMKM
- Mendorong inovasi dalam produk dan layanan
- Membangun jaringan antar pelaku usaha
- Memberikan edukasi tentang hak dan kewajiban hukum
Pelayanan Hukum untuk Masyarakat
Selain bazar dan kegiatan olahraga, Kanwil Kemenkum Kalsel juga menyediakan layanan konsultasi hukum yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Ini menunjukkan bahwa Hari Pengayoman tidak hanya berfokus pada perayaan, tetapi juga memberikan manfaat langsung kepada warga.
Dalam acara ini, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan, termasuk Administrasi Hukum Umum (AHU), Kekayaan Intelektual (KI), dan Bantuan Hukum. Dengan demikian, acara ini menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat dalam hal pemahaman hukum dan hak-hak yang dimiliki.
Meningkatkan Kesadaran Hukum di Masyarakat
Melalui layanan konsultasi ini, Kemenkum Kalsel berupaya meningkatkan kesadaran hukum di kalangan masyarakat. Alex menegaskan, “Kami ingin agar kegiatan Hari Pengayoman tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga membawa dampak positif yang nyata bagi masyarakat.”
Dengan begitu, masyarakat tidak hanya merasakan manfaat dari produk yang ditawarkan oleh UMKM, tetapi juga mendapatkan pengetahuan yang lebih baik tentang hak dan kewajiban mereka dalam konteks hukum.
Transformasi Digital untuk Pelayanan Hukum yang Lebih Baik
Dalam rangka memperingati Hari Pengayoman, Kemenkum Kalsel mengusung tema “Transformasi Digital untuk Pelayanan Hukum yang Mengayomi dan Berdampak.” Tema ini mencerminkan komitmen Kemenkum Kalsel untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dalam memberikan layanan hukum.
Dengan memanfaatkan teknologi digital, Kemenkum Kalsel berupaya membuat layanan hukum lebih mudah diakses oleh masyarakat. Ini adalah langkah penting untuk memastikan bahwa pelayanan hukum tetap dekat dengan warga dan dapat diakses oleh semua kalangan, terutama di era di mana teknologi menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari.
Statistik UMKM di Kalimantan Selatan
Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalimantan Selatan mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 600 ribu pelaku UMKM di provinsi ini. Khusus di Kota Banjarmasin, tercatat sebanyak 51.686 pelaku UMKM. Angka ini menunjukkan betapa besarnya potensi ekonomi yang dimiliki daerah ini.
- Jumlah UMKM di Kalsel: 600.000
- Jumlah UMKM di Banjarmasin: 51.686
- Peran UMKM dalam perekonomian lokal
- Pentingnya dukungan untuk pertumbuhan UMKM
- Strategi untuk meningkatkan daya saing
Potensi Ekonomi UMKM yang Harus Digenjot
Dengan jumlah pelaku UMKM yang begitu besar, potensi ekonomi yang dimiliki Kalimantan Selatan sangatlah signifikan. Oleh karena itu, sangat penting untuk terus mendorong pertumbuhan dan keberlanjutan usaha-usaha kecil ini. Pelaku UMKM harus diberikan dukungan dalam bentuk pelatihan, akses ke pasar, dan pemahaman hukum yang lebih baik agar mereka bisa bertahan dan menjadi lebih produktif.
Hari Pengayoman Ke-81 ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku UMKM, dan masyarakat. Dengan kolaborasi yang baik, diharapkan UMKM di Kalimantan Selatan bisa tumbuh dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah.
Pengembangan UMKM tidak hanya akan memberikan dampak positif bagi pelaku usaha, tetapi juga bagi masyarakat luas. Ketika UMKM tumbuh, mereka menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah secara keseluruhan.
Melalui acara yang diadakan Kemenkum Kalsel, diharapkan kesadaran akan pentingnya UMKM semakin meningkat dan dukungan terhadap mereka tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat luas. Dengan demikian, Hari Pengayoman bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga sebuah gerakan untuk memperkuat ekonomi lokal melalui UMKM.
➡️ Baca Juga: Pembangunan Anambas Sebagai Pusat Kebijakan Strategis di Kepulauan Riau
➡️ Baca Juga: Ketua DPRD DKI Cek RDF Rorotan, Pastikan Anggaran Triliunan Bisa Atasi Sampah Jakarta




