Bata Siap Membangkitkan Kembali Brand di Indonesia Melalui Strategi Bisnis Inovatif

Jakarta – Memasuki tahun ke-95 keberadaannya di Indonesia, Bata menegaskan komitmennya untuk memperkuat kembali posisinya di tengah persaingan yang semakin ketat dalam industri alas kaki. Untuk mencapai tujuan tersebut, perusahaan telah merumuskan strategi yang berfokus pada penyederhanaan organisasi dan portofolio produk, peningkatan kualitas produk, serta pengembangan saluran ritel dan digital yang lebih efektif.
Menanggapi Tantangan Bisnis
Langkah strategis ini menjadi semakin penting mengingat tantangan yang dihadapi oleh PT Sepatu Bata Tbk (BATA) dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2025, perusahaan ini mencatat penjualan bersih sebesar Rp298,25 miliar, yang menunjukkan penurunan signifikan sebesar 35,2 persen dibandingkan dengan pendapatan Rp459,98 miliar pada tahun 2024. Selain itu, perusahaan juga mengalami kerugian tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp116,23 miliar.
Kondisi ini mencerminkan tantangan yang telah dihadapi BATA selama beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2024, perusahaan mencatat kerugian operasional sebesar Rp145,05 miliar dan mengeluarkan biaya restrukturisasi sekitar Rp124,08 miliar. Total penjualan bersih pada tahun tersebut juga mengalami penurunan menjadi Rp459,98 miliar, dari Rp609,61 miliar yang dicatatkan pada tahun 2023.
Transformasi Global dan Fokus pada Nilai Konsumen
Seluruh situasi ini menjadi latar belakang bagi strategi baru yang kini diusung oleh Bata. Dalam kunjungannya ke Indonesia pada September 2026, CEO Global Bata Group, Panos Mytaros, mengungkapkan bahwa perusahaan tengah menjalani transformasi global dengan fokus pada produk yang lebih relevan, struktur organisasi yang lebih ramping, serta cara kerja yang lebih efisien.
“Transformasi yang kami lakukan bukanlah untuk mengubah identitas Bata sebagai merek. Kami ingin menyederhanakan cara kerja kami, menyederhanakan penawaran produk kami, dan yang terpenting, memastikan bahwa produk yang kami hadirkan memberikan nilai yang nyata bagi konsumen,” jelas Panos.
Fokus pada Produk dan Efisiensi
Menurut Panos, simplifikasi menjadi salah satu perubahan utama yang diimplementasikan oleh Bata. Ini mencakup penyederhanaan portofolio produk, struktur organisasi, proses kerja, serta cara perusahaan berinteraksi dengan konsumen.
Strategi ini bertujuan untuk menciptakan fokus yang lebih tajam setelah menghadapi berbagai tekanan dalam bisnis selama beberapa tahun terakhir. Dengan portofolio yang lebih sederhana, Bata berharap dapat memastikan setiap kategori produk memiliki proposisi yang jelas dari segi desain, kenyamanan, kualitas, dan harga.
Panos juga mengungkapkan bahwa konsumen saat ini dihadapkan pada beragam pilihan produk alas kaki. Oleh karena itu, perusahaan tidak bisa hanya mengandalkan reputasi merek yang sudah mapan, melainkan harus memberikan alasan yang meyakinkan bagi konsumen untuk memilih produknya.
Menghadapi Perubahan Perilaku Konsumen
“Konsumen Indonesia mengalami perubahan. Mereka semakin terhubung secara digital, mendapatkan informasi yang lebih beragam, dan memiliki lebih banyak pilihan. Namun, satu hal yang tidak berubah adalah bahwa mereka menginginkan nilai yang baik, harga yang wajar, dan pilihan yang bervariasi,” tambah Panos.
Perubahan perilaku konsumen ini juga menjadi pendorong bagi Bata untuk memperkuat saluran digitalnya. Platform online kini diposisikan sebagai salah satu jalur penting untuk menjangkau konsumen, sementara toko fisik tetap menjadi elemen integral dalam strategi ritel perusahaan.
Peluang di Pasar Alas Kaki Indonesia
Strategi pemulihan yang diambil oleh Bata berlangsung bersamaan dengan prospek yang relatif positif dalam industri alas kaki di Indonesia secara keseluruhan.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat bahwa industri alas kaki berkontribusi sebesar 1,2 persen terhadap PDB sektor industri pengolahan pada kuartal III tahun 2025, dengan menyerap sekitar 921 ribu tenaga kerja per Februari 2025. Selain itu, nilai ekspor dari industri alas kaki Indonesia pada tahun 2024 juga mengalami pertumbuhan sebesar 13,13 persen, mencapai sekitar US$7,28 miliar.
Strategi Ritel yang Terintegrasi
Bata menyadari bahwa untuk bersaing dalam pasar yang dinamis ini, mereka perlu mengintegrasikan strategi ritel secara menyeluruh. Ini termasuk kombinasi antara penjualan online dan offline yang saling mendukung, sehingga konsumen dapat menikmati pengalaman berbelanja yang lebih baik.
- Peningkatan pengalaman pengguna di platform digital.
- Integrasi layanan pelanggan yang responsif.
- Promosi inovatif untuk menarik minat konsumen.
- Pengembangan produk yang sesuai dengan tren pasar terkini.
- Pemanfaatan data konsumen untuk memahami preferensi dan perilaku belanja.
Dengan pendekatan ini, Bata berupaya untuk tidak hanya menarik kembali pelanggan yang telah lama ada, tetapi juga menjangkau segmen pasar yang lebih muda yang lebih akrab dengan teknologi dan belanja online.
Komitmen Terhadap Kualitas dan Inovasi
Di tengah upaya untuk membangun kembali mereknya, Bata tetap berkomitmen untuk menjaga kualitas produk. Perusahaan percaya bahwa kualitas adalah salah satu faktor kunci yang akan menarik konsumen untuk kembali memilih produknya.
Inovasi dalam desain dan teknologi juga menjadi fokus utama. Bata berupaya untuk menghadirkan produk yang tidak hanya fashionable tetapi juga nyaman dipakai, sehingga memenuhi ekspektasi konsumen yang semakin tinggi.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap sepatu yang kami luncurkan memiliki nilai tambah dan mengedepankan kenyamanan serta gaya. Kami percaya bahwa dengan menjaga kualitas dan menghadirkan inovasi, kami dapat kembali meraih kepercayaan konsumen,” ungkap Panos.
Kesimpulan: Menuju Masa Depan yang Cerah
Dengan langkah-langkah strategis yang telah diterapkan, Bata optimis dapat membangkitkan kembali brand-nya di Indonesia. Melalui fokus pada penyederhanaan, efisiensi, dan pemahaman terhadap perilaku konsumen, perusahaan berharap dapat merebut kembali pangsa pasar yang hilang dan memperkuat posisinya dalam industri alas kaki yang kompetitif.
Seiring dengan pertumbuhan industri alas kaki Indonesia yang menjanjikan, Bata berkomitmen untuk beradaptasi dan berinovasi demi memenuhi harapan konsumen. Dengan demikian, perusahaan ini siap untuk memasuki era baru dalam perjalanan panjangnya di pasar Indonesia.
➡️ Baca Juga: PSG Datangkan Mika Godts, Harga Bradley Barcola Bisa Turun?
➡️ Baca Juga: Harga Cabai Rawit Merah Tanggal 25 September 2026 Mencapai Rp96 Ribu per Kilogram




