Usakti Siapkan 8 Program Studi Baru untuk Capai Target Kampus AI pada 2027

Jakarta – Universitas Trisakti (Usakti) sedang mempersiapkan delapan program studi baru yang dirancang untuk memperluas pilihan pendidikan serta memenuhi tuntutan kompetensi di dunia kerja yang terus berkembang. Di antara program-program tersebut, program studi Kecerdasan Buatan (AI) menjadi sorotan utama. Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi Universitas Trisakti untuk menghadapi kemajuan teknologi dan transformasi lingkungan kerja. Dengan ambisi menjadi kampus berbasis AI pada tahun 2027, Usakti berkomitmen untuk mempersiapkan lulusannya agar siap menghadapi tantangan masa depan.
Rencana Program Studi Baru
Rektor Universitas Trisakti, Kadarsah Suryadi, mengungkapkan bahwa pihak universitas telah menyiapkan delapan program studi baru. Program-program ini meliputi:
- Program studi Kecerdasan Buatan (AI).
- Lima program studi spesialis dalam bidang kedokteran gigi.
- Satu program studi subspesialis kedokteran gigi di bidang konservasi gigi.
- Satu program magister (S2) Teknik Lingkungan.
Pengajuan dokumen untuk program studi AI telah disampaikan kepada kementerian terkait untuk diproses lebih lanjut. Diharapkan, pembukaan program-program baru ini akan semakin memperkuat kapasitas akademik universitas serta menjawab kebutuhan akan tenaga profesional yang kompeten di pasar kerja.
Ambisi Kampus AI 2027
Universitas Trisakti menargetkan penerapan teknologi kecerdasan buatan di seluruh aspek kampus. Transformasi ini akan mencakup semua mahasiswa, dosen, dan tenaga pendidik. Rektor Kadarsah Suryadi menjelaskan, “Target kita adalah menjadikan Universitas Trisakti sebagai kampus AI pada tahun 2027. Ini berarti bahwa semua dosen, tenaga pendidikan, dan mahasiswa harus mampu memanfaatkan AI sesuai dengan bidang masing-masing.”
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan menuntut setiap mahasiswa untuk memiliki keterampilan baru yang relevan dengan disiplin ilmunya. Oleh karena itu, penguasaan AI akan menjadi bagian penting dalam kompetensi lulusan Universitas Trisakti. Kadarsah Suryadi juga menekankan bahwa penggunaan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan manusia, seperti empati dan kebijaksanaan. “AI tidak memiliki empati, tetapi kita sebagai manusia harus memilikinya. Kita tidak boleh terjebak dalam dominasi AI, sebaliknya kita harus bisa mengendalikan teknologi tersebut,” tambahnya.
Jumlah Lulusan yang Mengesankan
Pada wisuda Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026, Universitas Trisakti berhasil meluluskan 1.819 mahasiswa. Dengan demikian, total alumni Universitas Trisakti kini mencapai 169.588 orang. Rektor berharap para lulusan dapat berkontribusi dalam perkembangan ekonomi dan dunia kerja, baik dengan mengisi posisi yang tersedia maupun menciptakan peluang kerja baru.
“Kami berharap alumni dapat berperan aktif dalam mengisi lapangan kerja yang ada dan sekaligus membuka lapangan kerja baru,” ujarnya. Ia juga menekankan bahwa perubahan yang cepat dalam dunia kerja memerlukan lulusan yang mampu beradaptasi dan terus mengembangkan kompetensi mereka. Penguasaan teknologi, termasuk AI, menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan yang ada.
Prestasi di Bidang Employment Outcome
Universitas Trisakti juga mencatatkan pencapaian signifikan dalam aspek hasil lulusan di dunia kerja, yang diukur berdasarkan pemeringkatan QS World University Rankings. Universitas ini menempati posisi teratas di antara perguruan tinggi swasta (PTS) di Indonesia dalam kategori tersebut. Secara keseluruhan, Trisakti berada di peringkat keempat nasional, setelah Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan Institut Teknologi Bandung.
“Untuk semua PTS di Indonesia, Trisakti menduduki posisi pertama, di atas kita ada UI, UGM, dan ITB. Posisi keempat ini tentunya merupakan hasil kerja sama yang baik antara universitas, dosen, dan alumni,” jelasnya. Pencapaian ini menunjukkan bahwa kinerja lulusan di dunia profesional menjadi salah satu aspek yang mendapatkan pengakuan dalam pemeringkatan internasional.
Beasiswa OSC dan Penerima Manfaatnya
Rektor Kadarsah Suryadi juga memberikan penghargaan kepada kerja sama beasiswa OSC dengan Medcom.id dan Metro TV. Menurutnya, proses seleksi yang ketat telah menghasilkan penerima beasiswa yang berprestasi dan mampu menyelesaikan pendidikan tepat waktu. “Sekarang sudah ada tujuh lulusan OSC yang berhasil diwisuda dan semuanya lulus tepat waktu,” tambahnya.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap berbagai program beasiswa yang mendukung mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan tinggi mereka. Dengan adanya program studi baru, target ambisius, dan beasiswa yang mendukung, Universitas Trisakti berharap dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga memiliki empati, kebijaksanaan, dan kemampuan untuk menciptakan peluang di tengah perubahan dunia kerja yang dinamis.
➡️ Baca Juga: Mudik Lebaran 2026: 313 Ribu Penumpang Diperkirakan Melintasi Bandara Sepinggan Balikpapan
➡️ Baca Juga: Hasil Pertandingan Al Ittihad Vs Al Nassr: Ronaldo Tidak Cetak Gol, Al Nassr Kalah




