slot depo 10k slot depo 10k
Daerah

Kementan Memperkuat Mitigasi Kekeringan untuk Akselerasi Swasembada Pangan Sukabumi

Kementerian Pertanian (Kementan) berkomitmen untuk memperkuat upaya mitigasi kekeringan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dengan tujuan mempercepat swasembada pangan yang berkelanjutan. Langkah strategis ini mencakup peningkatan koordinasi antar instansi, percepatan Luas Tambah Tanam (LTT), serta pemanfaatan secara optimal dari 142 unit pompa air yang dikhususkan untuk mendukung lahan pertanian yang masih memiliki akses terhadap sumber air.

Rapat Evaluasi dan Koordinasi Swasembada Pangan

Inisiatif ini dibahas dalam Rapat Evaluasi dan Koordinasi Swasembada Pangan Berkelanjutan yang berlangsung di Ujung Genteng pada tanggal 20 Agustus 2026. Rapat ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Kepala UPTD Pertanian Wilayah I–VII, serta koordinator dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dan penyuluh pertanian. Pertemuan ini bertujuan untuk menyusun langkah-langkah strategis dalam menghadapi tantangan di sektor pertanian.

Pentingnya Strategi dalam Menghadapi Perubahan Iklim

Indra Zakariya Rayusman, Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (Pusat PVTPP), yang juga bertanggung jawab atas swasembada pangan di Kabupaten Sukabumi, menekankan perlunya strategi yang matang untuk meningkatkan produksi pangan. Menurutnya, perubahan iklim, khususnya fenomena kekeringan, harus dihadapi dengan langkah-langkah mitigasi yang tepat.

“Dalam menghadapi situasi kekeringan, kita tidak bisa hanya berharap situasi akan membaik. Kita harus proaktif dengan melakukan mitigasi. Salah satu langkah yang dapat diambil adalah dengan memfasilitasi penggunaan pompa air untuk lahan yang masih memiliki akses terhadap air,” ungkap Indra dalam siaran pers yang dirilis pada 20 Agustus 2026.

Pemanfaatan Pompa Air untuk Meningkatkan Produktivitas Pertanian

Indra juga menegaskan bahwa 142 unit pompa yang telah disediakan bukan hanya sekadar bantuan, melainkan perlu dioperasikan dan dimanfaatkan secara maksimal. Pengawasan dalam pengoperasian pompa air ini sangat penting untuk mendukung percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) di Kabupaten Sukabumi.

Lebih lanjut, Indra mengajak semua pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat hingga petani, untuk bersinergi dalam menjalankan program ini. Koordinasi yang baik antar lembaga sangat penting agar berbagai kendala yang muncul di lapangan dapat segera teridentifikasi dan diatasi.

Evaluasi Program Pertanian di Wilayah

Dalam rapat evaluasi tersebut, masing-masing Kepala UPTD Pertanian Wilayah I–VII mempresentasikan perkembangan program di daerah mereka. Pembahasan mencakup capaian yang telah diraih, tantangan yang dihadapi, serta rencana tindak lanjut yang akan diambil. Beberapa aspek yang menjadi fokus adalah ketersediaan air, kesiapan lahan, percepatan LTT, sarana produksi, serta pelaksanaan program PM AAS dan optimalisasi lahan (Oplah).

  • Ketersediaan air untuk irigasi
  • Kesiapan lahan untuk penanaman
  • Peningkatan sarana produksi
  • Pelaksanaan program yang tepat waktu
  • Optimalisasi lahan untuk hasil yang maksimal

Setiap wilayah didorong untuk memiliki target yang jelas dan terukur, termasuk langkah-langkah untuk menyelesaikan berbagai masalah yang berpotensi menghambat proses penanaman. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian secara keseluruhan.

Perkembangan Luas Tambah Tanam di Sukabumi

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, melaporkan bahwa kinerja LTT di wilayahnya menunjukkan kemajuan yang signifikan. Pada tahun 2025, tercatat bahwa LTT Kabupaten Sukabumi mencapai 192.009 hektare, mengalami peningkatan dibandingkan dengan 182.469 hektare pada tahun sebelumnya.

Selama periode antara Oktober 2025 hingga Juli 2026, LTT mencapai 168.908 hektare, mencerminkan peningkatan sebesar 8,84 persen. Sementara itu, untuk periode Januari hingga Juli 2026, realisasi LTT telah mencapai 100.058 hektare, meningkat 12,24 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Tantangan yang Dihadapi

Walaupun ada kemajuan yang dicapai, tantangan tetap ada, terutama terkait dengan kondisi iklim yang tidak menentu. Sekitar 25.242 hektare lahan masih terdampak kekeringan, dan potensi El Nino serta kemungkinan bencana alam lainnya menjadi ancaman yang harus diwaspadai.

Pada bulan Agustus 2026, potensi untuk penanaman mencapai luas 35.678 hektare. Dari total tersebut, kesanggupan untuk mencapai LTT diperkirakan hanya sekitar 7.000 hektare. Mengingat hingga tanggal 19 Agustus 2026, realisasi LTT baru mencapai 4.430 hektare, tantangan ini menjadi perhatian serius bagi semua pihak terkait.

Akselerasi Program PM AAS

Selain fokus pada LTT, pemerintah daerah juga berupaya mengakselerasi program PM AAS dengan target mencapai 5.981 hektare hingga Desember 2026. Proses verifikasi untuk Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) telah dilakukan, dengan total 1.951,75 hektare di enam wilayah yang mencakup 25 kecamatan. Hingga saat ini, realisasi sementara program ini tercatat sebesar 87,42 hektare.

Dengan berbagai upaya mitigasi kekeringan dan peningkatan program pertanian, Kementerian Pertanian berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan swasembada pangan di Kabupaten Sukabumi. Melalui kerjasama yang solid antara berbagai pihak, diharapkan tantangan yang ada dapat diatasi dan produktivitas pertanian dapat terus ditingkatkan.

➡️ Baca Juga: Jay Idzes, Bek Timnas Indonesia, Jadi Cadangan Saat Sassuolo Menang 3-0 di Coppa Italia

➡️ Baca Juga: Cara Mengamankan Akun WhatsApp dari Peretas Agar Tidak Mudah Diretas

Related Articles

Back to top button