slot depo 10k slot depo 10k
Ekonomi

Minat Family Office Asia Pasifik Terhadap AI Meningkat, 80% Fokus pada Investasi Langsung

Ketertarikan family office di Asia Pasifik terhadap teknologi kecerdasan buatan (AI) semakin meningkat, dengan 80% dari mereka menganggap AI sebagai fokus utama dalam investasi langsung. Hal ini menjadi sorotan penting dalam laporan Global Family Office Report 2026 yang diterbitkan oleh Citi Wealth. Laporan ini merangkum pandangan dan strategi investasi dari lebih 350 family office di lebih dari 40 negara, memberikan gambaran yang mendalam mengenai tren yang berkembang dalam pengelolaan kekayaan keluarga di kawasan tersebut.

Menggali Potensi AI dalam Investasi Keluarga

Survei yang dilakukan pada Juni dan Juli 2026 merupakan bagian dari inisiatif Global Family Office Group Citi Wealth, yang berinteraksi dengan lebih dari 1.900 family office di seluruh dunia. Dari responden yang berpartisipasi, sekitar 22% berasal dari Asia Pasifik, menunjukkan representasi yang signifikan dari kawasan ini. Dawn Nordberg, yang menjabat sebagai Kepala Solusi Klien Terintegrasi dan Global Family Office Group di Citi Wealth, menekankan bahwa family office saat ini harus menyeimbangkan berbagai kepentingan di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik yang ada.

“Family office di seluruh dunia sedang mencoba menyeimbangkan keyakinan dengan ketahanan, peluang dengan disiplin, serta pertumbuhan dengan pengelolaan yang baik,” ujar Dawn. Ia menambahkan bahwa family office berfungsi sebagai investor institusional, yang terus mengalokasikan modal dan mengembangkan kemampuan investasi untuk memastikan keberlanjutan pengelolaan kekayaan di generasi mendatang.

Kinerja Portfolio Family Office di Asia Pasifik

Dalam laporan tersebut, family office di Asia Pasifik menunjukkan kinerja portfolio yang cukup mengesankan. Sekitar 26% responden melaporkan imbal hasil tahunan yang melebihi 15%, sementara 22% lainnya menargetkan imbal hasil serupa. Angka ini hampir dua kali lipat dari rata-rata global, yang menunjukkan kekuatan pasar saham di kawasan ini. Sebagai contoh, indeks Nikkei 225 mengalami kenaikan sekitar 30% hingga pertengahan Juni, memberikan dampak positif pada kinerja investasi.

Family office di Asia Pasifik juga aktif menyesuaikan strategi mereka dalam menghadapi perubahan pasar. Sebanyak 62% responden menerapkan manajemen aktif, dan 49% lainnya menggunakan strategi lindung nilai untuk melindungi investasi mereka. Dengan tingkat partisipasi investasi langsung yang mencapai 79%, kawasan ini mencatatkan angka tertinggi dibandingkan dengan kawasan lain.

Pentingnya Tim Internal dalam Strategi Investasi

Data menunjukkan bahwa family office di Asia Pasifik semakin mengandalkan tim internal untuk mengeksplorasi peluang investasi. Sekitar 77% responden mengidentifikasi tim internal sebagai sumber utama dalam pencarian peluang investasi langsung. Selain AI, sektor kesehatan, robotika, dan perangkat lunak juga mendapatkan perhatian signifikan dalam upaya mencari peluang investasi baru. Fokus pada AI sebagai sektor utama mencerminkan tren yang berkembang di antara family office di kawasan ini.

  • 80% family office Asia Pasifik memprioritaskan AI dalam investasi langsung
  • 26% responden melaporkan imbal hasil tahunan di atas 15%
  • 62% menerapkan manajemen aktif untuk strategi investasi
  • 49% menggunakan strategi lindung nilai
  • 77% mengandalkan tim internal untuk pencarian investasi

Risiko Keuangan yang Dihadapi Family Office

Meski ada banyak peluang, family office di Asia Pasifik tetap waspada terhadap sejumlah risiko yang dapat mempengaruhi investasi mereka. Sebanyak 53% responden menyebut stabilitas sistem keuangan global sebagai kekhawatiran utama, sedangkan 52% lainnya mencatat volatilitas pasar sebagai perhatian serius. Kekhawatiran ini lebih tinggi dibandingkan dengan kawasan lain, menunjukkan sensitivitas yang lebih besar terhadap kondisi global.

Laporan tersebut juga mencatat bahwa situasi di Selat Hormuz berpotensi meningkatkan risiko terkait energi dan pasar, mengingat 85% minyak yang dikirim ke pasar Asia melewati jalur tersebut. Bernard Wai, Kepala Asia untuk Solusi Klien Terintegrasi dan Global Family Office di Citi Wealth, menyatakan bahwa survei ini menunjukkan perubahan signifikan dalam cara family office Asia Pasifik mengelola kekayaan mereka.

Perkembangan Landscape Family Office

Berdasarkan temuan survei, lanskap family office di Asia Pasifik semakin matang, ditandai oleh pemikiran kewirausahaan, praktik investasi yang berkualitas tinggi, dan keinginan yang kuat untuk terhubung secara global. Bernard menambahkan bahwa family office mulai mengembangkan kapasitas investasi dan tata kelola yang menyerupai dana kekayaan negara, termasuk memperluas program investasi langsung dan memanfaatkan AI untuk meningkatkan efektivitas operasional.

Tendensi Global di Kalangan Family Office

Secara global, hampir 90% family office yang disurvei melaporkan kinerja portfolio positif pada tahun berjalan. Namun, 41% responden masih menetapkan target imbal hasil tahunan antara 7% hingga 10%. Kondisi ini mencerminkan bahwa meskipun family office berupaya mengejar pertumbuhan, mereka tetap memerhatikan berbagai risiko yang berasal dari inflasi, suku bunga, dan ketidakpastian geopolitik.

Dalam menghadapi tantangan ini, sebagian besar family office tidak melakukan perubahan portofolio yang signifikan. Lebih dari 40% responden bahkan memilih untuk tidak melakukan perubahan besar, sementara yang lainnya melakukan penyesuaian lebih terarah melalui manajemen aktif dan strategi lindung nilai untuk mempertahankan ketahanan portfolio mereka. Ekuitas publik kembali menjadi perhatian utama dalam strategi alokasi modal family office.

Strategi Alokasi Modal yang Beragam

Hampir setengah dari responden mengakui telah meningkatkan eksposur mereka terhadap saham selama tahun ini. Ekuitas dari negara maju juga menjadi kelas aset yang paling diminati untuk tambahan alokasi bersih di masa depan. Meskipun demikian, family office secara umum tetap mendiversifikasi portofolio mereka di berbagai kelas aset, termasuk ekuitas swasta, pendapatan tetap, dan kas.

  • 90% family office global mencatatkan kinerja positif
  • 41% menargetkan imbal hasil tahunan 7%-10%
  • Lebih dari 40% tidak melakukan perubahan portofolio signifikan
  • Hampir setengah responden meningkatkan eksposur terhadap saham
  • Ekuitas swasta tetap menarik bagi family office

Penerapan AI dalam Operasional Family Office

Penerapan AI di kalangan family office tidak terbatas pada pencarian investasi saja. Teknologi ini mulai digunakan dalam berbagai aktivitas seperti analisis investasi, pengelolaan informasi, pelaporan, otomatisasi, dan mendukung proses pengambilan keputusan. Awalnya, fokus penggunaan AI lebih pada peningkatan produktivitas dibandingkan dengan menghasilkan alpha, atau imbal hasil yang lebih tinggi dari pasar.

Family office melaporkan berbagai manfaat dari integrasi AI, termasuk pemrosesan informasi yang lebih cepat, efisiensi yang lebih baik, dan peningkatan kemampuan dalam melakukan uji tuntas. Meskipun teknologi semakin banyak diadopsi, proses pengambilan keputusan investasi tetap melibatkan individu berpengalaman sebagai pengambil keputusan akhir.

Globalisasi dalam Pengelolaan Wealth

Globalisasi juga menjadi faktor penting dalam pengelolaan family office. Sekitar 38% responden memperkirakan bahwa aktivitas keluarga mereka akan semakin terhubung secara global dalam lima tahun ke depan. Hal ini menambah kompleksitas dalam pengelolaan aset, bisnis, dan anggota keluarga yang tersebar di berbagai yurisdiksi. Family office perlu memperhatikan berbagai aspek, mulai dari perpajakan hingga kepatuhan terhadap regulasi.

Menangani Tantangan Suksesi dalam Family Office

Pergantian kepemimpinan menjadi perhatian serius bagi family office. Sekitar sepertiga responden memperkirakan akan menghadapi transisi kepemimpinan dalam keluarga atau bisnis keluarga dalam lima tahun mendatang. Berbagai tantangan muncul dalam proses ini, termasuk ketidakjelasan rencana suksesi dan kesiapan calon pemimpin generasi berikutnya. Oleh karena itu, perencanaan suksesi perlu meliputi lebih dari sekadar penentuan pemimpin masa depan.

Proses ini juga harus mempertimbangkan cara menjaga nilai keluarga, persatuan, dan tata kelola antar-generasi. Program pendidikan, keterlibatan dalam tata kelola, pendampingan dari penasihat, dan pengalaman langsung menjadi beberapa cara yang diadopsi untuk mempersiapkan generasi penerus. Alexandre Monnier, Kepala Advisory Family Office di Citi Wealth, menggarisbawahi bahwa kompleksitas dunia modern menuntut family office untuk terus memperkuat portofolio, operasional, dan tata kelola mereka.

“Dengan memanfaatkan jaringan global dan kapabilitas mendalam dari Citi, kami bangga dapat bermitra dengan berbagai family office di seluruh dunia untuk membantu mereka mempersiapkan generasi mendatang serta melestarikan dan menumbuhkan kekayaan,” tuturnya menutup pembicaraan.

➡️ Baca Juga: Polres Tanah Laut Tingkatkan Penanganan Karhutla dengan Mempercepat Proses Pemadaman

➡️ Baca Juga: Mudik Lebaran 2026: 313 Ribu Penumpang Diperkirakan Melintasi Bandara Sepinggan Balikpapan

Related Articles

Back to top button