Pemkot Banjar Tingkatkan Layanan PAUD, 2,7 Persen Anak Masih Belum Terlayani

Pendidikan anak usia dini (PAUD) merupakan fondasi penting bagi perkembangan anak sebelum mereka memasuki jenjang sekolah dasar. Di Kota Banjar, pemerintah setempat tengah berupaya meningkatkan layanan PAUD, terutama setelah terungkap bahwa masih ada sekitar 2,7 persen anak usia 5-6 tahun yang belum mendapatkan akses pendidikan prasekolah. Meskipun tingkat partisipasi telah mencapai 98 persen, sisa angka tersebut menjadi tantangan signifikan dalam merumuskan Grand Desain Implementasi Wajib Belajar Satu Tahun Prasekolah.
Upaya Perluasan Layanan PAUD di Kota Banjar
Dalam rangka membahas langkah-langkah yang perlu diambil, sebuah Focus Group Discussion (FGD) telah diadakan di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Banjar. Pertemuan ini berlangsung pada Rabu, 30 September 2026, dan dihadiri oleh berbagai perwakilan dari instansi terkait. Kepala Disdikbud Kota Banjar, Dedi Suardi, menegaskan bahwa angka partisipasi 98 persen merupakan modal yang sangat berharga untuk memperluas layanan pendidikan prasekolah. “Data kami menunjukkan bahwa sekitar 98 persen anak usia 5-6 tahun sudah terdaftar di TK, PAUD, maupun RA. Namun, masih ada 2,7 persen yang belum terlayani,” ungkap Dedi.
Pemetaan Anak yang Belum Terlayani
Dedi juga menekankan pentingnya pemetaan terhadap kelompok anak yang belum mendapatkan layanan pendidikan. Penyusunan grand desain harus mencakup lebih dari sekadar regulasi, tetapi juga strategi untuk mencapai anak-anak yang belum mengikuti pendidikan prasekolah. FGD ini melibatkan perangkat daerah serta unsur-unsur dari tingkat kewilayahan, seperti kecamatan, desa, dan kelurahan. Keterlibatan lintas sektor dianggap krusial, karena akses pendidikan anak usia dini tak hanya menjadi tanggung jawab satu instansi saja.
- Pemetaan wilayah untuk menjangkau anak-anak yang belum bersekolah
- Keterlibatan berbagai pihak dalam penyusunan strategi
- Pentingnya akses pendidikan bagi semua anak
- Peran aktif pemerintah dan masyarakat
- Kolaborasi antar instansi untuk suksesnya program
Peran Semua Sektor dalam Wajib Belajar Prasekolah
Dedi menegaskan bahwa kewajiban untuk mengimplementasikan satu tahun pendidikan prasekolah bukan hanya tugas Dinas Pendidikan, tetapi juga melibatkan semua sektor terkait. “Program ini harus didorong secara kolektif agar dapat sukses berdasarkan data yang ada,” tambahnya. Hal ini menunjukkan bahwa dukungan dari semua pihak, termasuk masyarakat, sangat diperlukan dalam meningkatkan layanan PAUD.
Strategi Meningkatkan Akses PAUD di Masyarakat
Pemetaan di tingkat kewilayahan menjadi langkah strategis dalam menjangkau anak-anak yang belum bersekolah. Keberadaan layanan PAUD di dekat permukiman warga diharapkan dapat mempermudah akses pendidikan bagi anak-anak. “Bunda PAUD nantinya dapat menyampaikan informasi dan berkoordinasi dengan PAUD di tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan. Kami juga mendorong tenaga pendidik untuk melakukan pemetaan wilayah mereka,” jelas Dedi.
Pentingnya Sosialisasi kepada Orang Tua
Di sisi lain, Bunda PAUD Kota Banjar, Hj. Hetti Sudarsono, menekankan bahwa sosialisasi kepada orang tua merupakan faktor kunci dalam mendorong anak-anak untuk mengikuti pendidikan prasekolah. Ia menyatakan bahwa keterlibatan orang tua dan guru sangat diperlukan untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya pendidikan anak sebelum melanjutkan ke pendidikan dasar. “Kita perlu melakukan sosialisasi dengan orang tua dan para guru. Kita harus mengajak mereka untuk menyekolahkan anak-anak di lembaga pendidikan yang sesuai dengan regulasi yang ada,” ungkap Hetti.
Upaya Bersama dalam Mewujudkan Pendidikan Berkualitas
Melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan, diharapkan layanan PAUD di Kota Banjar dapat terus meningkat. Dengan adanya pemetaan yang tepat dan sosialisasi yang efektif, diharapkan semua anak dapat memperoleh hak mereka untuk mendapatkan pendidikan prasekolah yang berkualitas. Ini bukan hanya tentang jumlah anak yang terdaftar, tetapi juga tentang kualitas pendidikan yang mereka terima.
Dalam upaya mencapai target tersebut, penting bagi seluruh pihak untuk bersinergi dan bekerja sama. Setiap anak berhak mendapatkan pendidikan yang layak, dan tugas kita semua adalah memastikan bahwa tidak ada anak yang tertinggal dalam proses pendidikan ini. Dengan pendekatan yang holistik dan inklusif, Pemkot Banjar berkomitmen untuk memberikan layanan PAUD yang lebih baik dan merata bagi seluruh anak di wilayahnya.
Kesimpulan yang Menggugah Kesadaran
Pendidikan anak usia dini adalah investasi untuk masa depan yang lebih baik. Dengan meningkatkan layanan PAUD, Pemkot Banjar tidak hanya memenuhi kewajiban pendidikan, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas. Mari kita bersama-sama mendorong partisipasi aktif dalam memajukan pendidikan anak, demi masa depan yang cerah untuk generasi mendatang.
➡️ Baca Juga: Crimson Desert Mencapai Penjualan 4 Juta Unit dengan Hasil yang Menggembirakan
➡️ Baca Juga: Profil Muhammad Sarmuji: Perjalanan dari Aktivis Mahasiswa Menuju Menteri Perindustrian




