slot depo 10k slot depo 10k
Daerah

Penerbangan Terancam Asap Karhutla, Kemenhub Tegaskan Keselamatan Utama

Jakarta – Dalam situasi yang semakin memprihatinkan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan bahwa keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama. Meskipun ratusan penerbangan di wilayah Kalimantan terpengaruh oleh penurunan jarak pandang yang disebabkan oleh asap karhutla, pihak kementerian berkomitmen untuk memastikan keselamatan penerbangan tidak terkompromikan.

Keselamatan Penerbangan di Tengah Karhutla

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, menyatakan dengan tegas bahwa aspek keselamatan penerbangan harus tetap menjadi fokus utama. Dalam pernyataannya pada Rabu di Jakarta, ia menegaskan pentingnya menjaga keselamatan dalam setiap keputusan yang berkaitan dengan penerbangan.

Monitoring dan Koordinasi Terus Dilakukan

Kemenhub melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara tidak henti-hentinya melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan di sektor penerbangan. Hal ini dilakukan untuk menilai dampak karhutla terhadap keselamatan serta kelancaran operasional penerbangan, khususnya di daerah-daerah yang paling terdampak di Kalimantan.

Dampak Asap Karhutla terhadap Jarak Pandang

Kondisi asap yang dihasilkan dari kebakaran hutan dapat menurunkan jarak pandang di sekitar bandar udara. Hal ini berdampak langsung pada operasional penerbangan. Lukman menegaskan bahwa dalam situasi seperti ini, keselamatan merupakan pertimbangan utama dalam setiap keputusan yang diambil.

Evaluasi Kondisi di Lapangan

Apabila jarak pandang turun di bawah batas minimum yang ditetapkan, berbagai konsekuensi dapat terjadi, seperti keterlambatan, penundaan, atau bahkan pembatalan penerbangan. Keputusan ini diambil berdasarkan evaluasi yang dilakukan di lapangan serta pertimbangan keselamatan yang mendalam.

Statistik Penerbangan Terdampak

Berdasarkan pemantauan yang dilakukan antara 14 hingga 20 September 2026, tercatat 409 penerbangan yang terdampak di wilayah kerja Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VII Balikpapan. Data ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat hanya 159 penerbangan terdampak.

Detail Penerbangan yang Terdampak

Dari total tersebut, rincian dampak penerbangan adalah sebagai berikut:

  • 141 penerbangan mengalami keterlambatan (delay)
  • 254 penerbangan dibatalkan atau ditunda (cancelled/postponed)
  • 14 penerbangan dialihkan (divert)

Peningkatan jumlah penerbangan yang terdampak ini sebagian besar disebabkan oleh penurunan jarak pandang yang diakibatkan oleh asap karhutla yang menyelimuti wilayah tersebut.

Wilayah Paling Terkena Dampak

Kalimantan Tengah menjadi wilayah yang paling terdampak dengan jumlah 201 penerbangan yang terpengaruh. Rincian dari dampak tersebut meliputi:

  • 79 penerbangan mengalami keterlambatan
  • 121 penerbangan dibatalkan atau ditunda
  • 1 penerbangan dialihkan

Kalimantan Timur juga mencatat 138 penerbangan yang terdampak, dengan rinciannya adalah 48 keterlambatan, 77 pembatalan, dan 13 pengalihan. Di Kalimantan Utara, tercatat 70 penerbangan yang terpengaruh, dengan 14 keterlambatan dan 56 pembatalan.

Jarak Pandang Terendah yang Ditemukan

Selama periode tersebut, jarak pandang terendah tercatat mencapai 50 meter di beberapa bandar udara, termasuk Bandara Tjilik Riwut, Bandara Iskandar, Bandara Haji Muhammad Sidik, dan Bandara A.P.T. Pranoto. Kondisi ini menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi operasional penerbangan.

Kepatuhan terhadap Standar Keselamatan

Setiap penerbangan harus mematuhi ketentuan keselamatan dan batas minimum operasional yang berlaku. Oleh karena itu, keputusan untuk melanjutkan atau membatalkan penerbangan tidak diambil dengan ringan. Kemenhub memastikan bahwa semua langkah diambil untuk melindungi keselamatan penumpang dan kru penerbangan.

Pemantauan Berkelanjutan

Pada 21 September 2026, pemantauan berlanjut menunjukkan bahwa dampak kondisi asap karhutla juga mulai dirasakan di sejumlah bandar udara di Kalimantan Barat. Hal ini menunjukkan bahwa masalah yang ditimbulkan oleh kebakaran hutan ini bersifat luas dan memerlukan perhatian yang serius dari semua pihak terkait.

Kementerian Perhubungan akan terus berupaya untuk meminimalisir dampak dari karhutla terhadap penerbangan. Melalui koordinasi yang intensif dan langkah-langkah praktis, diharapkan keselamatan penerbangan tetap terjaga, meskipun dalam kondisi yang menantang. Memastikan keselamatan adalah tanggung jawab bersama, dan Kemenhub siap untuk mengambil tindakan yang diperlukan demi melindungi penumpang, kru, dan semua pihak yang terlibat dalam industri penerbangan.

➡️ Baca Juga: Everton Siap Rekrut Folarin Balogun, Striker AS Kembali ke Liga Inggris

➡️ Baca Juga: Cara Efektif Menghindari Penipuan Lowongan Kerja Freelance di Media Sosial

Related Articles

Back to top button