slot depo 10k slot depo 10k
Daerah

Pertamina Siagakan Dua Kapal Minyak untuk Atasi Antrean Panjang BBM di Sulsel

Di tengah fenomena antrean panjang untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Sulawesi Selatan, PT Pertamina Patra Niaga Sulawesi mengambil langkah proaktif dengan menyiagakan dua kapal minyak. Langkah ini diambil setelah instruksi dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), yang bertujuan untuk mempercepat pasokan BBM subsidi dan meredakan masalah antrean yang terjadi di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah tersebut.

Stok BBM di Sulawesi Selatan

Kepala BPH Migas, Wahyudi, menjelaskan bahwa saat ini stok BBM di Sulawesi Selatan mencapai sekitar 16.000 kilo liter (KL). Dengan rata-rata konsumsi Pertalite yang mencapai sekitar 2.000 KL per hari, ketahanan stok diperkirakan dapat bertahan antara delapan hingga enam belas hari. Sementara untuk solar, konsumsi harian mencapai 1.800 KL.

Wahyudi menambahkan bahwa jika ketahanan stok mulai berkurang, maka dua kapal pengangkut BBM yang disiagakan dari Kilang Minyak di Tuban, Jawa Timur, dan Kilang Minyak di Balikpapan, Kalimantan Timur, akan segera didatangkan untuk menyuplai BBM ke wilayah tersebut.

Proses Pengiriman BBM yang Terjadwal

Beliau menjelaskan lebih lanjut bahwa satu kapal minyak dapat mengangkut hingga 16.000 KL BBM dari kilang. Dengan rata-rata konsumsi harian di Sulsel, diperkirakan bahwa satu kapal dapat menambah ketahanan pasokan sekitar delapan hari. Proses pengiriman BBM dari kilang dilaksanakan secara teratur, di mana pengiriman dari Tuban dan Balikpapan akan berlangsung setiap dua hingga tiga hari.

  • Pengiriman BBM dilakukan secara kontinu dan terjadwal.
  • Satu kapal dapat mengangkut 16.000 KL BBM.
  • Konsumsi harian Pertalite dan solar masing-masing adalah 2.000 KL dan 1.800 KL.
  • Stok BBM non-subsidi dapat bertahan hingga 30 hari.
  • Antrean panjang tidak mengindikasikan kekurangan pasokan.

Kondisi Stok BBM Saat Ini

Wahyudi menekankan bahwa kondisi ketahanan BBM saat ini masih dalam keadaan normal. Rata-rata stok yang ada dapat bertahan antara tujuh hingga dua belas hari ke depan. Dia mengonfirmasi bahwa pengiriman BBM Pertalite di Sulsel masih cukup, dengan stok mencapai 80 persen. Untuk memenuhi kebutuhan yang meningkat akibat antrean, pengiriman dipercepat dengan dua kali drop order (DO) ke SPBU setiap harinya.

Satu pengiriman mobil tangki memiliki kapasitas 24 KL, dan sebelum terjadinya antrean, rata-rata konsumsi harian Pertalite berkisar antara 24 KL hingga 25 KL. Namun, saat ini, konsumsi dapat melonjak hingga 51 KL per hari. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam permintaan BBM oleh masyarakat.

Tanggapan Masyarakat Terhadap Pembatasan Pembelian BBM

Seiring dengan situasi ini, beberapa masyarakat mulai mengungkapkan keluhannya terkait pembatasan pembelian BBM subsidi. Seorang pengemudi bajaj mengeluhkan bahwa pembatasan pembelian maksimal Rp50 ribu untuk kendaraan roda dua dan Rp300 ribu untuk roda empat tidak mencukupi kebutuhan sehari-harinya. Dengan kapasitas maksimal kendaraan roda tiganya yang mencapai 15 liter, ia merasa kesulitan untuk mencari penumpang dengan batasan yang ada.

“Saya meminta untuk diisi Rp80 ribu agar bisa beroperasi sehari. Namun, dengan batasan hanya Rp50 ribu, jelas tidak mencukupi,” ungkap Khalid, sang pengemudi bajaj, dengan nada kecewa. Ia berharap agar pihak berwenang lebih memahami situasi yang dihadapi oleh pengemudi dan melakukan evaluasi terhadap kebijakan tersebut.

Pentingnya Pemanfaatan BBM Secara Bijak

Sementara itu, Wahyudi menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir akan ketersediaan BBM. Dia mendorong masyarakat untuk menggunakan BBM secara bijak dan tidak membeli secara berlebihan. “Sebenarnya kebutuhan harian untuk satu kendaraan tidak terlalu banyak. Jika mengisi setiap dua hari sekali, itu sudah cukup,” tuturnya.

  • Kebutuhan rata-rata masyarakat adalah sekitar 0,6 liter per hari.
  • Beberapa orang membutuhkan antara satu hingga tiga liter per hari.
  • Pengisian berlebihan dapat menyebabkan antrean yang lebih panjang.
  • Pembatasan pembelian bertujuan untuk menjaga ketersediaan BBM.
  • SPBU yang buka 24 jam membantu mengurangi antrean.

Analisis Antrean di SPBU

Wahyudi juga mencatat bahwa banyak konsumen yang mengantre untuk membeli BBM pada siang hingga sore hari, terutama pekerja yang ingin mengisi bahan bakar untuk persiapan bekerja keesokan harinya. Di malam hari, antrean tampak lebih santai dengan beberapa orang yang mengenakan pakaian seadanya. Hal ini menunjukkan bahwa pembelian BBM bisa lebih teratur jika masyarakat memperhatikan waktu pengisian bahan bakar.

Dengan pengelolaan pasokan yang baik dan dukungan dari Pertamina, diharapkan situasi antrean panjang ini dapat teratasi. Kesadaran masyarakat untuk tidak membeli BBM secara berlebihan juga menjadi kunci dalam menjaga stabilitas pasokan dan mengurangi antrean di SPBU.

Dengan langkah-langkah yang telah diambil oleh BPH Migas dan Pertamina, diharapkan masalah antrean panjang BBM di Sulawesi Selatan dapat segera teratasi, dan masyarakat dapat mendapatkan akses yang lebih baik terhadap kebutuhan bahan bakar mereka. Keberadaan dua kapal minyak yang disiagakan juga akan memastikan pasokan BBM tetap terjaga dan mencukupi kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut.

➡️ Baca Juga: BRI Dorong Pertumbuhan CASA Melalui Inovasi ‘Tabungan Mystery Box’: Ignite BRIVolution

➡️ Baca Juga: Strategi Manajemen Keuangan Efektif untuk Memenuhi Kebutuhan Jangka Pendek

Related Articles

Back to top button