Bene Dion Kembangkan Ide Cerita Film Pulang Kampung Bersumber dari Ibu-Ibu HKBP

Jakarta – Pesona budaya Batak tidak hanya dapat ditemukan di alamnya yang menakjubkan, tetapi juga dalam tradisi musik yang mendalam di dalam komunitasnya. Hal ini menjadi sumber inspirasi utama bagi Bene Dion Rajagukguk, sutradara dan penulis skenario, dalam menciptakan film musikal berjudul Pulang Kampung. Pada acara peluncuran lagu tema dan trailer yang berlangsung di Djakarta XXI, Jakarta Pusat, pada Rabu (7/10/2026), film yang diproduksi oleh Imajinari dan diproduseri oleh Ernest Prakasa serta Dipa Andika ini mengumumkan bahwa akan tayang di bioskop mulai 26 November 2026.
Sinopsis Film Pulang Kampung
Film ini berkisar pada perjalanan Daniel (Axelo Nababan), seorang pemuda dari Jakarta yang tiba-tiba diminta untuk pulang ke Samosir. Permintaan ini datang untuk memperlancar langkahnya menjadi calon anggota legislatif. Di Samosir, Daniel mendapat bimbingan dari Uli (Vanessa Simorangkir), sepupunya yang memiliki kemampuan untuk menciptakan suasana yang hangat. Awalnya, Daniel hanya menjalankan misi politik yang diinginkan oleh ayahnya, namun seiring waktu, ia mulai terpesona oleh keindahan tradisi Batak dan jatuh hati kepada Uli. Film ini juga dibintangi oleh sejumlah artis terkenal seperti Judika Sihotang, Lea Simanjuntak, Rita Matu Mona, dan Paulus Simangunsong, yang turut memperkuat jajaran pemeran.
Proses Kreatif yang Unik
Dalam proses kreatifnya, Bene Dion menerapkan pendekatan yang cukup berbeda dan berani untuk film layar lebar. Ia mengungkapkan bahwa ide dasar film Pulang Kampung muncul dari pengalaman emosional yang ia sadari dalam interaksi sehari-hari. “Inspirasi ini datang ketika saya berbincang dengan ibu-ibu dari HKBP. Mereka selalu bernyanyi meskipun dalam keadaan yang penuh kesedihan. Oleh karena itu, sebelum menulis skenario, saya sudah memilih lagu-lagu yang akan digunakan,” jelas Bene.
Pemilihan Lagu sebagai Fondasi Cerita
Pemilihan lagu yang familiar menjadi kunci dalam film ini, karena Bene percaya bahwa jika membuat lagu baru, penonton akan kesulitan untuk mengingat dan fokus pada alur cerita. “Menyusun lagu-lagu Batak agar dapat terintegrasi secara alami dengan alur cerita adalah proses yang sangat menantang dan memakan waktu,” tambahnya. Meskipun harus melakukan penyaringan dan penghapusan beberapa lagu yang tidak sesuai, Bene merasa puas dengan sembilan bagian lagu yang berhasil dimasukkan ke dalam film, termasuk satu adegan medley yang sangat menarik.
Eksplorasi Budaya dan Tradisi Batak
Bene juga menekankan pentingnya mempelajari berbagai sub-suku dan lagu daerah dalam proses produksi film. “Kami ingin memastikan bahwa setiap wilayah budaya Batak yang kami sajikan memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri. Ini juga merupakan kesempatan untuk mempromosikan keindahan daerah tersebut,” ungkapnya. Dengan memadukan kehangatan budaya dan kedekatan emosional dalam lagu-lagunya, film Pulang Kampung diharapkan akan menjadi karya yang tidak boleh dilewatkan saat tayang di bioskop nanti.
Menjaga Tradisi Lewat Film
Film ini tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga berfungsi sebagai sarana untuk melestarikan dan memperkenalkan tradisi Batak kepada generasi muda. Melalui alunan lagu dan cerita yang mendalam, penonton diharapkan dapat merasakan kehangatan dan kekayaan budaya Batak. “Kami ingin penonton tidak hanya menikmati film ini, tetapi juga memahami dan merasakan kedalaman tradisi yang kami angkat,” kata Bene.
Kolaborasi dengan Seniman Terkenal
Pulau Samosir dan budaya Batak menjadi latar belakang yang kaya untuk film ini. Dengan melibatkan seniman-seniman terkenal dalam proyek ini, Bene berharap dapat memberikan sentuhan yang lebih mendalam. “Kolaborasi dengan para musisi dan seniman dari Batak sangat penting untuk memastikan keaslian dan kedalaman budaya yang ingin kami tampilkan,” ujarnya. Melalui film ini, diharapkan penonton dapat merasakan betapa indahnya tradisi Batak yang selama ini mungkin kurang dikenal oleh masyarakat luas.
Menjangkau Penonton dengan Pesan yang Kuat
Pesan yang ingin disampaikan oleh film Pulang Kampung tidak hanya tentang perjalanan fisik kembali ke kampung halaman, tetapi juga perjalanan emosional dalam memahami identitas dan tradisi. Dalam dunia yang semakin modern, penting untuk tetap ingat dari mana kita berasal. Film ini berusaha untuk mengajak penonton merenungkan hubungan mereka dengan budaya dan tradisi yang ada di sekitar mereka.
Persiapan Menuju Tayang Perdana
Dengan peluncuran yang semakin dekat, tim produksi semakin gencar dalam mempersiapkan segala sesuatunya. Bene mengungkapkan bahwa mereka berusaha untuk memberikan yang terbaik dalam setiap aspek film, mulai dari cerita, akting, hingga musik. “Kami ingin semua elemen film ini saling mendukung untuk menciptakan pengalaman menonton yang tak terlupakan,” tuturnya.
Menyongsong Masa Depan Film Indonesia
Film Pulang Kampung menjadi salah satu contoh nyata dari upaya untuk mengangkat budaya lokal dalam industri film Indonesia. Dengan mengangkat tema yang dekat dengan kehidupan masyarakat, film ini berpotensi untuk menjadi salah satu karya yang diingat dan dihargai oleh penonton. “Kami berharap film ini bisa menjadi inspirasi bagi film-film selanjutnya yang ingin mengangkat budaya dan tradisi Indonesia,” pungkas Bene.
Peran Ibu-Ibu HKBP dalam Inspirasi Cerita
Peran ibu-ibu HKBP dalam memberikan inspirasi untuk cerita film ini sangatlah signifikan. Melalui interaksi yang hangat dan penuh rasa empati, mereka memberikan pandangan yang dalam tentang kehidupan dan budaya Batak. Bene mencatat bahwa pengalaman berbicara dengan mereka tidak hanya memberikan ide cerita, tetapi juga mengajarkan arti kebersamaan dan kekuatan tradisi.
Harapan terhadap Respons Penonton
Dengan segala usaha yang telah dilakukan, Bene dan timnya berharap film Pulang Kampung akan diterima dengan baik oleh penonton. “Kami ingin penonton merasakan kebanggaan terhadap budaya kita dan terinspirasi untuk lebih mengenal tradisi yang ada,” tutup Bene. Dalam dunia film yang terus berkembang, karya ini diharapkan dapat memberikan warna baru dan membawa cerita-cerita lokal ke panggung yang lebih luas.
➡️ Baca Juga: BAC 2026: Sabar dan Reza Hadapi Tantangan Melawan Pertahanan Kuat Lawan
➡️ Baca Juga: Rincian Tarif Listrik Maret 2026: Informasi Lengkap untuk Anda




